Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat melakukan kunjungan ke Asia pada November 2026.
Jika terealisasi, pertemuan tersebut berpotensi menghidupkan kembali diplomasi langsung kedua pemimpin yang sebelumnya beberapa kali bertemu untuk membahas program senjata nuklir Korea Utara.
Trump menyampaikan kemungkinan itu kepada wartawan pada Senin (12/10), saat meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio. Meski belum memastikan adanya agenda pertemuan, ia mengisyaratkan keterbukaan untuk kembali bertatap muka dengan Kim.
“Bisa jadi, ya. Itu akan menarik, bukan? Namun, saya memiliki hubungan yang baik dengannya,” kata Trump.
Pernyataan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa pertemuan telah dijadwalkan. Namun, kemungkinan pertemuan itu kembali menempatkan hubungan Washington dan Pyongyang dalam sorotan, terutama terkait upaya diplomatik untuk menangani persoalan nuklir Korea Utara.
Trump dan Kim sebelumnya menggelar sejumlah pertemuan bersejarah selama masa jabatan pertama Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Keduanya berupaya membahas program senjata nuklir Korea Utara melalui diplomasi langsung.
Pertemuan-pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan Trump terhadap Pyongyang, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber ketegangan keamanan di kawasan Asia Timur.
Meski demikian, pertemuan langsung tidak serta-merta menghasilkan penyelesaian menyeluruh atas persoalan nuklir Korea Utara. Karena itu, jika pertemuan baru benar-benar berlangsung, perhatian akan tertuju pada kemungkinan agenda pembicaraan dan langkah konkret yang dapat dicapai kedua pihak. (*)
Sumber: Anadolu
Selasa, 13/10/2026 11:03 WIB
Selasa, 13/10/2026 09:15 WIB
Selasa, 13/10/2026 08:46 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB