https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hotspot Karhutla Nasional Turun Jadi 527 Titik, Kalteng Justru Naik

Agus Mughni | Senin, 05/10/2026 16:46 WIB



Kalimantan Tengah saat ini mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas dan mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya Petugas pemadam berupaya memadamkan api dalam kebakaran hutan dan lahan (Foto: Kemenhut)

Jakarta, Jurnas.com - Jumlah titik panas atau hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia kembali menurun. Namun, di tengah tren penurunan nasional tersebut, Kalimantan Tengah justru mencatat kenaikan hotspot dan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga Minggu (4/10) pukul 21.10 WIB, terdapat 527 hotspot high confidence secara nasional.

Angka tersebut turun 139 titik dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 666 hotspot. Data SiPongi berasal dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Baca juga :
Korporasi di Pusaran Karhutla: Pelaku atau Korban?

Penurunan juga terlihat pada enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla. Total hotspot high confidence di enam provinsi tersebut turun dari 429 menjadi 225 titik dalam sehari.

Namun, tidak semua wilayah menunjukkan tren yang sama. Kalimantan Tengah kini menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam wilayah prioritas, yakni 116 titik. Jumlah itu justru meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 96 hotspot.

Baca juga :
Menhut: Masyarakat Kunci Cegah Karhutla

Sementara itu, penurunan paling besar terjadi di Sumatera Selatan. Jumlah hotspot di provinsi tersebut turun dari 254 menjadi 75 titik. Kalimantan Barat juga mengalami penurunan dari 26 menjadi 19 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 18 menjadi 15 titik.

Riau yang sehari sebelumnya masih mencatat 32 hotspot kini berada pada angka nihil. Hal serupa terjadi di Jambi yang turun dari tiga menjadi nihil hotspot high confidence.

Baca juga :
Prabowo Sebut Pemadaman Karhutla Lebih Efektif Via Darat

Dengan perkembangan tersebut, enam provinsi prioritas kini mencatat total 225 hotspot, turun 204 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

"Penurunan nasional dan penurunan pada sebagian besar provinsi prioritas merupakan perkembangan yang perlu terus dijaga. Namun, dinamika antarwilayah tetap menjadi perhatian," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi dalam keterangan resmi, Senin (5/10).

"Kalimantan Tengah saat ini mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas dan mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya, sehingga pemantauan dan verifikasi lapangan tetap diperkuat," dia menambahkan.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit, dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot.

"Oleh karena itu, seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan tindakan penanganan di lapangan," tulis Kemenhut.

Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta para pihak terkait. Operasi udara dilakukan bersamaan dengan upaya di darat melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Perhatian khusus tetap diberikan pada kebakaran di lahan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat, sehingga pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.

Pemerintah juga terus memantau kondisi udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Berdasarkan pantauan terkini, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang.

"Namun, masih terdapat sejumlah kantong wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama pada sebagian Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Pada beberapa lokasi juga terlihat kondisi pada kategori berbahaya," tulis Kemenhut.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, pergerakan massa udara, arah dan kecepatan angin, serta kondisi atmosfer lainnya. Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah.

"Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan maupun penyakit kronis," tulis Kemenhut.

Karhutla juga dapat mengganggu habitat, sumber pakan, serta jalur pergerakan satwa liar. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan unit terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap satwa yang terdampak.

"Masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri. Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat menyebabkan satwa stres atau agresif, catat lokasi dan kondisi satwa apabila memungkinkan, serta segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat," tulis Kemenhut.

Kementerian Kehutanan kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Penurunan jumlah hotspot tidak berarti kewaspadaan dapat dikurangi. Kondisi karhutla bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti cuaca, kondisi lahan, serta aktivitas di lapangan.

"Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang membutuhkan penanganan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin," tulis Kemenhut.

Laporan informasi karhutla dapat disampaikan kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hotspot Karhutla Kementerian Kehutanan Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777