Seorang penyusup lapangan yang membawa bendera Palestina dikeluarkan saat pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Austria (Foto: Paul Faith/AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Aksi protes menolak pertandingan UEFA Nations League antara Irlandia melawan Israel mewarnai laga timnas Irlandia kontra Austria pada Kamis (1/10). Para pengunjuk rasa menginterupsi jalannya pertandingan dengan melemparkan bola tenis ke lapangan.
Wasit Allard Lindhout terpaksa menghentikan sejenak pertandingan dan mengarahkan pemain untuk hydration break segera setelah bola-bola tenis bergambar bendera Palestina itu mendarat di atas rumput. Saat insiden terjadi pada menit ke-19, Irlandia tengah unggul 1-0.
Troy Parrott sebelumnya membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat gol individu yang brilian. Ia mengolongi satu bek lawan, mengecoh bek lainnya, sebelum melepaskan tembakan yang juga melewati celah kaki penjaga gawang.
Pertandingan kembali dilanjutkan setelah terhenti selama empat menit. Austria sempat mengambil alih kendali permainan sebelum akhirnya Parrott mencetak gol keduanya lewat titik putih yang membentur tiang kanan sebelum turun minum, mengubah skor menjadi 2-0.
Sebelum insiden pelemparan bola tenis, seorang pria juga nekat mencoba masuk ke lapangan namun berhasil dicegah oleh petugas keamanan. Lembaga penyiaran Irlandia, RTE, melaporkan pria tersebut membawa bendera Palestina.
Para pengunjuk rasa juga telah berkumpul sebelum pertandingan untuk memprotes tindakan Israel di Gaza. Sekelompok kecil aktivis dari inisiatif "Stop the Game" mendirikan posko di dekat stadion dan membentangkan bendera Palestina serta spanduk dukungan untuk pemain Irlandia, Gavin Bazunu, yang pada Sabtu memutuskan untuk memboikot kedua laga timnya melawan Israel.
Selain itu, Kampanye Solidaritas Palestina Irlandia turut mengorganisasi protes di luar stadion dan di berbagai lokasi lain di seluruh penjuru negara.
Mereka mendesak Irlandia untuk memboikot sisa laga Nations League melawan Israel, yang berstatus sebagai laga "kandang" bagi Irlandia, meski pertandingan itu rencananya akan digelar tanpa penonton di Backa Topola, Serbia, pada Minggu.
Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) sebelumnya telah memindahkan lokasi laga ke tempat netral pada bulan Juni karena "alasan operasional" menyusul meluasnya seruan boikot. Langkah ini juga menyusul mosi FAI sendiri pada November tahun lalu yang mendesak UEFA untuk melarang Israel dari kompetisi klub maupun internasional.
Inisiatif "Stop the Game", yang pada Rabu menerbitkan surat terbuka kepada skuad dan pelatih Heimir Hallgrimsson agar tidak bertanding pada hari Minggu, juga telah meminta pemerintah Irlandia dan FAI untuk membatalkan pertandingan tersebut.
Sebelumnya, Irlandia telah memainkan laga "tandang" melawan Israel di Debrecen, Hungaria, pada Minggu lalu. Dalam laga tersebut, para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam dan berhasil mencetak tiga gol di babak pertama untuk menang 3-0.
Para pemain sempat berunding berjam-jam sehari sebelum laga untuk memutuskan apakah mereka akan bermain atau tidak, setelah Bazunu menginformasikan kepada pelatih bahwa dirinya memilih mundur dari kedua pertandingan tersebut.
Kepala Eksekutif FAI David Courell mengatakan para pemain telah melakukan pemungutan suara dan "mayoritas signifikan" setuju untuk tetap bermain. Berbagai laporan menyebutkan hasil pemungutan suara adalah 14-8 untuk tetap bermain, tidak termasuk Bazunu yang sudah lebih dulu meninggalkan tim.
Bazunu, yang berstatus sebagai kiper cadangan Irlandia, kini kembali masuk dalam skuad untuk laga melawan Austria. Pemain lain, Finn Azaz, yang ibunya memiliki garis keturunan Israel, juga kembali memperkuat tim setelah sebelumnya absen saat melawan Israel.
Timnas Irlandia terus mendapat tekanan yang meningkat di negara asal mereka—di mana solidaritas terhadap Palestina sangat kuat—untuk memboikot pertandingan melawan Israel.
Namun, FAI menolak seruan tersebut dengan alasan tim dapat dijatuhi sanksi berat oleh UEFA jika menolak bertanding. Irlandia diketahui akan menjadi tuan rumah bersama untuk Kejuaraan Eropa (Euro) 2028 bersama Inggris, Wales, dan Skotlandia.
Jum'at, 02/10/2026 15:37 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB