https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

10 Tokoh yang Gugur dalam Pemberontakan G30S PKI

Vaza Diva | Rabu, 30/09/2026 03:03 WIB



Berikut 10 tokoh yang gugur dalam rangkaian peristiwa G30S 1965. 10 Pahlawan Revolusi Indonesia (Foto: instagram/ @revolusi_bangsa1965)

Jakarta, Jurnas.com - Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S pada 1965 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Rangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira militer terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta dan kemudian merembet ke Yogyakarta.

Sebanyak 10 tokoh yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi gugur dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Baca juga :
Mengenal Sejarah Hari Puputan Badung yang Diperingati Setiap 20 September

Tujuh korban berada di Jakarta, sedangkan dua perwira menjadi korban di Yogyakarta.

Satu korban lainnya adalah anggota kepolisian yang gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di sekitar kediaman Jenderal A.H. Nasution.

Baca juga :
Insiden Hotel Yamato 19 September 1945: Ini Sejarah dan Latar Belakangnya

Berikut 10 tokoh yang gugur dalam rangkaian peristiwa G30S 1965:

1. Jenderal Anumerta Ahmad Yani

Ahmad Yani saat itu menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat. Ia menjadi salah satu perwira tinggi yang menjadi sasaran penculikan pada dini hari 1 Oktober 1965.

Ahmad Yani dibawa dari kediamannya dan kemudian dibunuh. Jenazahnya bersama sejumlah korban lainnya ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Baca juga :
Daftar Menteri Keuangan RI dari Masa ke Masa

Pemerintah kemudian memberikan gelar Pahlawan Revolusi dan kenaikan pangkat secara anumerta kepada Ahmad Yani. Dokumentasi mengenai peristiwa tersebut juga tersimpan di Museum Sasmitaloka Jenderal A. Yani.

2. Letnan Jenderal Anumerta R. Suprapto

R. Suprapto merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban penculikan dalam peristiwa G30S.

Ia menjabat sebagai Deputi II Menteri/Panglima Angkatan Darat bidang Administrasi. Suprapto diculik dari kediamannya pada dini hari 1 Oktober 1965 dan dibawa ke kawasan Lubang Buaya.

Jenazahnya kemudian ditemukan bersama korban lainnya sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

3. Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono atau M.T. Haryono ketika itu menjabat sebagai Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat bidang Perencanaan dan Pembinaan.

Ia menjadi salah satu dari enam perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan di Jakarta.

M.T. Haryono kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi dan kenaikan pangkat secara anumerta.

4. Letnan Jenderal Anumerta S. Parman

Siswondo Parman atau S. Parman menjabat sebagai Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat bidang Intelijen.

Ia menjadi korban penculikan pada 1 Oktober 1965. Parman bersama sejumlah perwira lainnya kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya.

Namanya kemudian masuk dalam daftar Pahlawan Revolusi yang ditetapkan pemerintah setelah peristiwa tersebut.

5. Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan

Donald Isaac Panjaitan atau D.I. Panjaitan merupakan Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat bidang Logistik.

Ia menjadi sasaran penculikan di kediamannya pada dini hari 1 Oktober 1965. Panjaitan kemudian dibunuh dan jenazahnya dibawa ke Lubang Buaya.

D.I. Panjaitan termasuk enam perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan di Jakarta.

6. Mayor Jenderal Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo saat itu menjabat sebagai Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat.

Ia menjadi salah satu perwira yang diculik pada dini hari 1 Oktober 1965. Sutoyo kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya dan menjadi korban pembunuhan.

Sutoyo kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi bersama para korban lainnya.

7. Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean

Pierre Tendean merupakan perwira TNI yang pada 1965 bertugas sebagai ajudan Jenderal A.H. Nasution.

Dalam peristiwa penculikan di kediaman Nasution, Tendean ditangkap oleh pasukan yang datang ke rumah tersebut. Ia diduga sebagai Jenderal Nasution yang menjadi sasaran utama penculikan.

Tendean kemudian dibawa ke Lubang Buaya dan menjadi salah satu korban yang jenazahnya ditemukan di sumur tua bersama enam perwira lainnya.

8. Agen Polisi Tingkat II Anumerta K.S. Tubun

Karel Satsuit Tubun atau K.S. Tubun merupakan anggota Brigade Mobil yang ketika itu bertugas sebagai pengawal kediaman Dr. Johannes Leimena.

Rumah Leimena berada berdekatan dengan kediaman Jenderal A.H. Nasution. Ketika terjadi upaya penculikan terhadap Nasution, K.S. Tubun terlibat dalam perlawanan terhadap pasukan yang datang.

Ia kemudian gugur dalam peristiwa tersebut. K.S. Tubun menjadi satu-satunya anggota kepolisian dalam daftar 10 Pahlawan Revolusi korban G30S 1965.

9. Brigadir Jenderal Anumerta Katamso

Katamso Darmokusumo merupakan Komandan Korem 072/Pamungkas di Yogyakarta. Rangkaian peristiwa G30S tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga berkembang di Yogyakarta.

Pada 1 Oktober 1965, Katamso diculik dan dibawa ke kawasan Kentungan, Yogyakarta. Ia kemudian dibunuh dalam rangkaian konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

Jenazah Katamso ditemukan bersama jenazah Letkol Sugiyono. Keduanya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta.

10. Kolonel Anumerta Sugiyono

Sugiyono merupakan Kepala Staf Korem 072/Pamungkas di Yogyakarta. Ia menjadi korban dalam rangkaian peristiwa G30S yang berlangsung di wilayah tersebut.

Sugiyono ditangkap pada 1 Oktober 1965 setelah kembali dari perjalanan dinas. Ia kemudian dibawa ke kawasan Kentungan dan dibunuh.

Sugiyono bersama Katamso kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi serta kenaikan pangkat secara anumerta.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Peristiwa G30S 1965 Nama Tokoh Pahlawan Gugur Sejarah Indonesia

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777