https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Deportasi Tentara Korut Dibocorkan, Korsel Ancam Ukraina

Mutiul Alim | Jum'at, 02/10/2026 12:30 WIB



Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan bahwa Seoul akan mengambil langkah tegas, apabila Ukraina terus menolak untuk meminta maaf secara terbuka Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung (Foto: Reuters)

Seoul, Jurnas.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan bahwa Seoul akan mengambil langkah tegas, apabila Ukraina terus menolak untuk meminta maaf secara terbuka atas pengungkapan sepihak mengenai pengiriman tawanan perang asal Korea Utara ke Korea Selatan.

Pernyataan keras tersebut dipicu oleh pengumuman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu, yang mengungkapkan bahwa negaranya telah mengirimkan dua prajurit Korea Utara ke Korea Selatan, seraya menyebut bahwa para prajurit tersebut tidak mudah ditangkap hidup-hidup.

Beberapa jam setelah pernyataan Zelensky di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Lee menyampaikan kekecewaannya. Seoul menegaskan bahwa kerahasiaan informasi merupakan kunci utama guna melindungi kerabat para tawanan perang tersebut dari potensi aksi pembalasan di Korea Utara.

Baca juga :
Ukraina Serahkan Dua Tentara Bayaran Korut ke Korsel

Atas tindakan tersebut, Seoul kemudian menuntut permohonan maaf resmi dari pihak Ukraina, sebagaimana dikutip dari AFP pada Jumat (2/10).

"Jika Ukraina terus menolak untuk mengakui fakta dan meminta maaf secara terbuka, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," tegas Presiden Lee, seraya menuduh Kyiv membuat dirinya tampak seperti seorang pembohong..

Melalui unggahan di platform X, Lee menekankan pentingnya menjaga kehormatan negaranya. "Ini adalah masalah yang menyangkut martabat Republik Korea dan rakyatnya dan tidak dapat diabaikan," Lee menambahkan.

Lee merujuk pada wawancara Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha yang dipublikasikan oleh media RBC-Ukraine, dan saluran media Ukraina lainnya pada Kamis sebelumnya.

Dalam wawancara tersebut, Sybiha menyatakan bahwa dirinya tidak ingin menyebut kebocoran informasi tersebut sebagai sebuah insiden, melainkan sebuah kesalahpahaman diplomatik.

"Korea Selatan adalah negara yang penting bagi kami. Dan saya sangat berharap ada momentum, kerja sama yang berkelanjutan, dan hasil nyata yang memang sedang kita capai bersama mereka," ujar Sybiha.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hubungan Korea Selatan Ukraina Tentara Bayaran Korut Presiden Lee Jae Myung

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777