Pesawat flydubai di bandara (Foto: EPA)
Abu Dhabi, Jurnas.com - Kapten penerbangan Flydubai, Smit Machchhar, yang diserang dan ditikam oleh ko-pilotnya di tengah penerbangan, telah dipindahkan dari Arab Saudi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk menjalani perawatan medis lanjutan.
Pilot berkebangsaan India tersebut sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Tabuk, Arab Saudi, tempat pesawat mendarat darurat usai insiden penikaman di dalam kokpit.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa Machchhar dipindahkan ke ibu kota UEA guna perawatan dan proses pemulihan. Pihak Kedutaan Besar India di UEA menyatakan bahwa kondisi sang kapten pilot dalam keadaan sehat dan berangsur pulih dengan baik.
Duta Besar India untuk UEA, Deepak Mittal, telah menjenguk Machchhar beserta keluarganya di rumah sakit dan merasa sangat lega melihat perkembangannya.
"Kami terus memantau dengan cermat kondisi kesehatan Kapten Smit Machchhar, warga negara India dan pilot pemberani penerbangan FlyDubai FZ 1073," demikian keterangan Kedutaan Besar India untuk UEA, dikutip dari Arab News pada Jumat (2/1).
"Sekali lagi kami memberi hormat atas keberanian dan kegagahan Kapten Smit Machchhar. Kami juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kekaguman dan dukungan yang telah beliau terima dari seluruh dunia atas tindakan kepahlawanannya," kedubes menambahkan.
Insiden tersebut terjadi saat pesawat jenis Boeing 737 MAX dengan nomor penerbangan FZ 1073 melakukan penerbangan dari Dubai menuju Israel. Ketika berada di atas wilayah udara perbatasan Yordania, ko-pilot menyerang Machchhar dengan pisau hingga menyebabkan pesawat mendadak anjlok ribuan meter di tengah upaya intervensi penumpang dan awak kabin.
Meski mengalami luka parah akibat serangan dan bersimbah darah di lantai kokpit, Machchhar berhasil membuka kunci pintu kokpit dari dalam. Tindakan heroik ini memungkinkan para penumpang dan awak kapal mendobrak masuk untuk melumpuhkan pelaku.
Pemerintah Israel mengungkapkan bahwa pelaku penikaman merupakan warga negara Oman yang terpapar radikalisme. Pelaku diduga berupaya menjatuhkan pesawat yang mengangkut 174 penumpang, yang sebagian besar di antaranya adalah warga negara Israel.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB