https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Asal-usul dan Sejarah Pohon Cemara Jadi Simbol Natal

Mutiul Alim | Selasa, 24/12/2024 15:01 WIB



Pohon cemara merupakan simbol yang tak terpisahkan dari perayaan Natal di seluruh dunia. Pohon cemara menjadi simbol Natal (Foto: Investinasia)

Jakarta, Jurnas.com - Pohon cemara merupakan simbol yang tak terpisahkan dari perayaan Natal di seluruh dunia. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini memiliki sejarah panjang dan makna mendalam yang menarik.

Penggunaan pohon cemara sebagai simbol Natal berawal dari tradisi kuno bangsa Jerman pada abad ke-16. Sejarah mencatat bahwa Martin Luther, tokoh reformasi Protestan, adalah salah satu orang pertama yang menghias pohon cemara dengan lilin.

Konon, Martin Luther kala itu terinspirasi ketika melihat bintang-bintang yang bersinar melalui dahan-dahan pohon cemara saat berjalan pulang di malam hari.

Baca juga :
Menteri Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah untuk Awasi Program MBG

Ada dua alasan pohon cemara dipilih sebagai simbol Nata. Pertama, cemara merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang tahun, bahkan di tengah musim dingin yang ekstrem. Hal ini melambangkan kehidupan abadi dan harapan yang tak pernah padam, sesuai dengan pesan spiritual Natal tentang kelahiran dan pembaharuan.

Kedua, bentuk pohon cemara yang meruncing ke atas dianggap simbolis, mengarahkan pandangan dan pikiran manusia ke surga. Ini menjadi pengingat akan hubungan antara bumi dan surga, yang merupakan inti dari perayaan Natal.

Baca juga :
Menteri Pigai Soroti Keracunan Massal MBG, Pastikan Pemenuhan Hak Anak

Tradisi menghias pohon Natal berkembang dari waktu ke waktu. Awalnya kebiasaan menghias pohon cemara menyebar dari Jerman ke seluruh Eropa pada abad ke-18, dan kemudian ke Amerika melalui para imigran.

Ratu Victoria dan Pangeran Albert dari Inggris membuat tradisi ini semakin populer ketika mereka menampilkan pohon Natal yang dihias di Windsor Castle pada 1848 silam.

Baca juga :
Menteri Pigai Sebut Persoalan Papua Butuh Putusan Politik Tingkat Nasional

Hiasanya pun mengalami perkembangan. Dulu, pohon Natal dihias dengan buah apel yang melambangkan buah terlarang di Taman Eden, lilin sebagai simbol Kristus penerang dunia, serta kue dan permen untuk melambangkan berkah.

Seiring berjalannya waktu, hiasan pohon Natal berkembang menjadi lebih beragam dengan ornamen kaca, lampu elektrik, dan berbagai dekorasi modern lainnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pohon Cemara Natal Fakta Unik

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777