Saham Bank Mandiri usai Pemblokiran Rekening Nasabah
Jakarta, Jurnas.com - Kasus pemblokiran dana nasabah Bank Mandiri Bernama Supriyono asal Pati, Jawa Tengah sekitar 80 Juta, bikin saham bank berkode BMRI itu turun. Pada sesi penutupan perdagangan bursa Senin, 24 Agustus 2026, sahamnya turun 40 poin atau 0,95% ke level Rp 4.180 per saham.
Pergerakan ini melanjutkan pelemahan dari sesi I yang sebelumnya berada di level Rp 4.190 per saham.Pergerakan Harga Saham BMRI pada penutupan Sebelumnya (21 Agustus 2026): Rp 4.220. Dan pada hari ini, Sesi I turun ke Rp 4.190 dan kemudian pada Sesi II / Penutupan turun ke Rp 4.180.
Struktur kepemilikan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Kode Saham: BMRI) secara garis besar terbagi antara Pemerintah Republik Indonesia (pemegang saham pengendali) dan publik/masyarakat.
Indonesia dalam hal ini Negara atau entitas pengelola negara punya estimasi porsi 52 persen sebagai pemegang kendali. Pemegang saham lainnya Indonesia Investment Authority sebesar 8 persen dan publik sebanyak 40 persen.
Siapa kepemilikan saham publik 40 persen itu? Ternyata berdasarkan informasi, laporan kepemilikan efek, The Vanguard Group, Inc. dan BlackRock, Inc. memimpin jajaran institusi global dengan kepemilikan terbesar.
Selain kedua raksasa tersebut, manajer investasi aktif bergengsi seperti GQG Partners, Capital Group, Schroders, serta Harris Associates tercatat memegang jutaan lembar saham BMRI untuk portofolio pasar Asia mereka.
Daya tarik BMRI juga memikat pengelola dana jangka panjang lintas negara. Lembaga dana abadi pemerintah Singapura, Government of Singapore (GIC), serta Norges Bank Investment Management (NBIM) asal Norwegia tercatat mengamankan porsi signifikan.
Dari kawasan regional, dana pensiun nasional Malaysia, Employees Provident Fund (EPF), turut konsisten menempatkan investasinya di bank berlogo pita emas ini.
1 The Vanguard Group, Inc. ~1,98% (melalui Vanguard Total International Stock Index, Vanguard Emerging Markets Stock Index Fund, dll.)
2 BlackRock, Inc. / iShares ~1,87% (melalui iShares Core MSCI Emerging Markets ETF, BlackRock Global Funds, dll.)
3 GQG Partners ~1,00% – 1,45% (melalui GQG Partners Emerging Markets Equity Fund)
4 Capital Group (American Funds) ~1,20% – 1,30% (melalui New World Fund, Inc. dan EuroPacific Growth Fund)
5 Schroders plc ~1,00% (melalui Schroder International Selection Fund - Asian Opportunities)
6 Government of Singapore (GIC) ~0,90% – 0,95% (Entitas pengelola dana abadi / Sovereign Wealth Fund Singapura)
7 Employees Provident Fund (EPF Malaysia) ~0,90% – 1,28% (Lembaga dana pensiun dan tabungan wajib Malaysia)
8 Harris Associates / Oakmark Funds ~0,85% (melalui Oakmark International Fund)
9 Norges Bank Investment Management (NBIM) ~0,39% – 0,45% (Pengelola Government Pension Fund of Norway)
10 JPMorgan Asset Management ~0,30% – 0,40% (melalui jaringan JPMorgan Funds dan Emerging Markets Equity)
Senin, 24/08/2026 19:01 WIB
Rabu, 19/08/2026 21:36 WIB