Ilustrasi - ini pesan dari Nabi Muhammad tentang keutamaan menuntut ilmu (Foto: Pexels/Mutefekkirane)
Jakarta, Jurnas.com - Menuntut ilmu memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam.
Bahkan, sebuah riwayat menggambarkan keutamaan mempelajari ilmu dibandingkan memiliki kekayaan yang sangat besar.
Rasulullah SAW berkata:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ فَهُوَ كَالصَّائِمِ نَهَارَهُ الْقَائِمِ لَيْلَهُ وَ إِنَّ بَاباً مِنَ الْعِلْمِ يَتَعَلَّمُهُ الرَّجُلُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَبُو قُبَيْسٍ ذَهَباً فَأَنْفَقَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya:
"Barangsiapa menuntut ilmu maka ia seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalat malam. Dan sungguh satu bab ilmu yang dipelajari seseorang lebih baik baginya daripada memiliki emas sebesar gunung Abu Qubais lalu ia infakkan di jalan Allah." (Bihar al-Anwar, Jilid 1, hlm. 184).
Riwayat tersebut menggambarkan betapa besar nilai ilmu. Seseorang yang bersungguh-sungguh mempelajari ilmu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memperoleh nilai kebaikan dari proses belajar yang dijalaninya.
Pesan ini juga menjadi pengingat bahwa kekayaan materi memiliki batas, sedangkan ilmu dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika diamalkan dan dibagikan kepada orang lain.
Karena itu, menyisihkan waktu untuk belajar, membaca, berdiskusi, dan memperdalam pengetahuan dapat menjadi bagian dari upaya seorang Muslim meningkatkan kualitas diri dan kehidupannya.
Rabu, 19/08/2026 21:36 WIB