Investasi saham emas
Jakarta, jurnas.com - Investasi dan trading emas sering kali dianggap sebagai pilihan aman dibanding saham perusahaan. Namun, Anda tetap wajib waspada! Mengatasnamakan pergerakan harga emas yang stabil, oknum tidak bertanggung jawab—bahkan rekan sendiri atau "orang dalam"—bisa memanfaatkan celah ini untuk menguras dana Anda sampai habis.
Kasus ini dialami oleh seorang nasabah yang harus merelakan uangnya berkisar Rp70 hingga Rp80 juta lenyap dalam sekejap akibat tergiur iming-iming investasi manis.
Korban mengaku awalnya tidak tertarik sama sekali dengan dunia trading karena paham risiko tingginya. Namun, keyakinannya goyah setelah mendengarkan penjelasan dari seorang oknum trader (orang dalam).
Oknum tersebut meyakinkan bahwa emas Cenderung Stabil: Pergerakan harga emas dinilai lebih aman. Juga jaminan Sistem "Kunci Dana": Oknum mengklaim akun trading dikunci tanpa ada transaksi jual-beli aktif sehingga saldo dijamin 100% aman.
"Dia selalu bilang aman karena akun dikunci. Jadi saya percaya saja. Ternyata dana justru habis sekejap," ujar korban.
Modus Akses Akun dan "Laporan Siluman", yakni saat pendaftaran, sistem dibuat seolah transparan: nasabah dan trader masing-masing memiliki akun. Nasabah hanya bertugas memantau ketersediaan dana, sementara oknum bertugas memantau pergerakan harga pasar.
Namun, kejanggalan mulai terungkap saat korban menerima email laporan resmi (report) langsung dari pihak platform trading. Dalam laporan tersebut, saldo korban mendadak nol rupiah.
Anehnya, saat dikonfirmasi, oknum trader yang dititipi justru mengaku tidak tahu-menahu dengan alasan sedang mengikuti pelatihan.
Berdasarkan penelusuran dokumen atau kop surat, transaksi ini mengatasnamakan PT RTF yang beralamat di Citra Towers Kemayoran, Jalan Benyamin Suaeb, Jakarta Pusat.
Korban telah mencoba berbagai jalur resmi untuk meminta pertanggungjawaban melalui email support ke support@xxxxxfx.co.id, namun nihil balasan.
Juga layanan Telepon yang tertera menghubungi nomor (021) 39717XXX, tidak ada respons sama sekali. Komplain ke Oknum, Jawaban yang diberikan berputar-putar dan tidak memberikan solusi.
Dari kasus ini, korban mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran trading bentuk apa pun, terlebih yang berkedok "titip kelola dana" oleh teman atau orang dekat.
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB