https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja, Begini Perbedaannya

Mutiul Alim | Selasa, 18/08/2026 19:45 WIB



OpenAI meluncurkan varian baru ChatGPT for Teens yang mulai digulirkan secara bertahap pada Rabu (19/8) besok. Logo OpenAI terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 20 Mei 2024. REUTERS

Singapura, Jurnas.com - OpenAI meluncurkan varian baru ChatGPT for Teens yang mulai digulirkan secara bertahap pada Rabu (19/8) besok. Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu keselamatan dan kesehatan mental remaja saat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Varian ini secara otomatis berlaku bagi pengguna terdaftar yang berusia di bawah 18 tahun. Sistem ini dirancang untuk mengurangi paparan konten yang berpotensi membahayakan atau tidak sesuai dengan tahap perkembangan remaja, seperti materi terkait cedera diri, kekerasan, gangguan makan, aktivitas berbahaya, hingga konten eksplisit atau grafis.

"Perlindungan yang lebih ketat ini dirancang untuk memperkuat hubungan yang sehat di dunia nyata," kata OpenAI melalui sebuah unggahan blog. Pihak perusahaan menambahkan bahwa peluncuran secara penuh ke seluruh pengguna di dunia akan memakan waktu beberapa minggu.

Selain dapat digunakan melalui akun terdaftar, ChatGPT juga tetap dapat diakses tanpa akun. Saat pendaftaran akun, pengguna akan diminta menyatakan usia mereka. Selain itu, sistem prediksi usia milik OpenAI akan mengestimasi umur pemilik akun melalui pola penggunaan dan indikator lainnya.

Sistem ChatGPT for Teens juga dilengkapi dengan pengingat yang memperingatkan remaja agar tidak mengunggah foto pribadi atau sensitif. Saat pendaftaran, pengguna remaja akan diperkenalkan dengan berbagai fitur pembelajaran dan keselamatan.

Fitur keselamatan ini secara otomatis memblokir ChatGPT dari keterlibatan dalam simulasi (roleplay) romantis atau seksual, mencegah dorongan ketergantungan emosional, serta melarang sistem mengindikasikan bahwa ia memiliki perasaan atau kesadaran.

Orang tua dapat menghubungkan akun mereka ke akun anak remaja mereka, dan menerima notifikasi keselamatan dalam situasi berisiko tinggi, seperti munculnya indikasi gangguan makan.

"Orang tua tidak memiliki akses ke percakapan remaja mereka, kecuali dalam kasus langka di mana sistem kami dan peninjau terlatih mendeteksi tanda-tanda potensi risiko keselamatan yang serius," jelas OpenAI.

Kontrol orang tua lainnya mencakup pencegahan akses remaja terhadap konten grafis dan tantangan viral, serta pengaturan batas jam penggunaan aplikasi. Untuk menghubungkan akun, anak remaja harus menerima undangan dari orang tua melalui akun mereka sendiri.

ChatGPT for Teens juga menawarkan pengalaman belajar yang terintegrasi melalui Study Mode. Fitur ini memberikan pertanyaan panduan dan bantuan bertahap untuk membantu remaja memahami materi pelajaran.

Pengingat PR juga akan mengarahkan remaja kembali ke Study Mode saat sistem mendeteksi pengguna berusaha mendapatkan jawaban secara langsung.

Layanan kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT telah menjadi alat bantu utama bagi banyak orang, namun juga menuai kontroversi akibat pemunculan konten berbahaya yang dikaitkan dengan kasus bunuh diri. Dalam unggahan blog sebelumnya, OpenAI mencatat bahwa ChatGPT digunakan oleh 1 miliar pengguna setiap minggunya.

Pada 2025, orang tua dari Adam Raine menggugat OpenAI atas kematian putra remaja mereka. Mereka mengklaim bahwa ChatGPT telah mendorong remaja berusia 16 tahun tersebut untuk mengakhiri hidupnya. Gugatan tersebut merinci bagaimana Adam awalnya menggunakan ChatGPT untuk tugas sekolah, namun belakangan mulai mendiskusikan metode bunuh diri dengan chatbot tersebut.

Selain itu, ChatGPT juga sempat disalahgunakan untuk menghasilkan gambar bermuatan seksual atau kekerasan grafis. Kekhawatiran atas kemampuan AI generatif dalam menyebarkan konten semacam itu turut memicu pelaku industri lainnya untuk terus menggelar benteng perlindungan bagi remaja.

Akun remaja di platform Instagram milik Meta kini diatur ke mode privat secara bawaan, hanya dapat menerima pesan dari akun yang diikuti atau terhubung, serta memburamkan gambar bernuansa ketelanjangan dalam pesan.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

ChatGPT for Teens ChatGPT untuk Remaja Perlindungan Remaja AI

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777