https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Balas Trump Soal Selat Hormuz

Agus Mughni | Sabtu, 15/08/2026 12:05 WIB



lalu lintas maritim di Selat Hormuz seperti yang terlihat dari Musandam, Oman pada 3 Agustus 2026 (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Iran menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan, kendali atas selat strategis tersebut tidak bisa diambil hanya melalui ancaman, kekuatan militer, ataupun pernyataan politik.

“Selat Hormuz tidak dapat direbut dengan sebuah cuitan, kapal induk, perintah, atau pidato kampanye,” tulis Gharibabadi melalui X, Jumat (14/8) dikutip Anadolu.

Baca juga :
Iran Tegaskan Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS

Ia mengatakan Iran tidak takut terhadap ancaman maupun unjuk kekuatan AS. Menurutnya, Washington harus mengakui kekalahan yang disebut Iran telah dialaminya.

Gharibabadi juga menegaskan posisi Tehran bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah yang berada di bawah kendali Iran. Ia menyatakan pembukaan dan penutupan jalur tersebut akan ditentukan oleh Iran.

Baca juga :
Iran Bakal Tutup Pintu Negosiasi hingga Trump Lengser

Pernyataan itu disampaikan setelah Trump mengklaim AS telah memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz. Trump juga mengatakan bahwa setelah AS “mengalahkan Iran”, ia akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

Klaim tersebut mendapat penolakan keras dari Iran. Para pejabat Iran sebelumnya berulang kali menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka selama AS masih melakukan intervensi, mempertahankan blokade laut, dan belum memenuhi persyaratan dalam kerangka kesepakatan Juni antara Tehran dan Washington.

Baca juga :
Intelijen AS Ragu Soal Isu Ancaman Pembunuhan Trump oleh Iran di Turki

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, juga membantah klaim Trump mengenai kendali AS atas selat tersebut.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada aktivitas pelayaran dan perdagangan energi internasional.

Pernyataan terbaru Iran menunjukkan bahwa persoalan Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik ketegangan utama antara Tehran dan Washington, sementara kedua pihak belum mencapai kesepakatan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Selat Hormuz Perang Iran Donald Trump Iran AS

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777