Sabtu, 15/08/2026 12:24 WIB

Iran Tegaskan Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS





Amerika Serikat melanggar memorandum tersebut dan pertempuran kembali berlangsung. Karena itu, tidak ada gencatan senjata 60 hari yang perlu diperpanjang

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Iran belum memutuskan untuk kembali melanjutkan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi menegaskan komunikasi melalui Qatar dan Pakistan masih sebatas pertukaran pesan melalui mediator, bukan berarti negosiasi dengan Washington telah dibuka kembali.

Araghchi juga membantah laporan mengenai perlunya memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari berdasarkan Islamabad Memorandum, kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada Juni.

Menurutnya, memorandum tersebut mengatur penghentian perang, bukan gencatan senjata selama 60 hari.

Amerika Serikat melanggar memorandum tersebut dan pertempuran kembali berlangsung. Karena itu, tidak ada gencatan senjata 60 hari yang perlu diperpanjang,” kata Araghchi kepada kantor berita ISNA.

Ia menjelaskan, periode 60 hari dalam memorandum dimaksudkan sebagai waktu untuk melakukan perundingan guna mencapai kesepakatan akhir, bukan batas waktu berlangsungnya gencatan senjata.

Araghchi mengatakan Qatar dan Pakistan masih berkomunikasi dengan Iran dan terus menyampaikan pesan dari berbagai pihak. Namun, ia menegaskan komunikasi tersebut belum dapat disebut sebagai perundingan.

“Qatar dan Pakistan terus bertukar pesan dan tetap berhubungan dengan kami, tetapi itu tidak berarti perundingan,” ujarnya.

“Belum ada keputusan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat,” ujar Araghchi lagi.

Di sisi lain, Iran masih melanjutkan pembicaraan teknis dengan Oman. Pembahasan tersebut tidak berkaitan dengan kemungkinan dimulainya kembali perundingan dengan Washington.

Araghchi mengatakan pembicaraan dengan Oman berfokus pada penyusunan jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz karena rute sebelumnya dinilai sudah tidak sesuai.

“Kami saat ini sedang merancang rute sementara yang nantinya akan menjadi rute permanen,” katanya.

Pembahasan tersebut melibatkan para ahli dari kedua negara serta angkatan bersenjata Iran. Araghchi menyebut prosesnya berpotensi segera selesai.

Namun, ia menegaskan pembahasan teknis mengenai jalur pelayaran tidak sama dengan keputusan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Araghchi, setelah rute baru ditentukan, keputusan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan lain yang harus dilakukan Amerika Serikat.

Dengan demikian, pembicaraan teknis Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran terus berjalan, sementara keputusan untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat masih belum diambil. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Perang Iran Amerika Serikat Iran AS Selat Hormuz Abbas Araghchi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :