Selasa, 29/09/2026 20:45 WIB

Banjir Thailand Telan 23 Korban Jiwa, Bandara Bangkok Lumpuh





Jumlah korban tewas akibat bencana banjir di Thailand melonjak menjadi 23 orang, seiring berangsur surutnya genangan air di wilayah ibu kota Bangkok.

Banjir bandang di ibu kota Bangkok, Thailand (Foto: AP)

Bangkok, Jurnas.com - Jumlah korban tewas akibat bencana banjir di Thailand melonjak menjadi 23 orang, seiring berangsur surutnya genangan air di wilayah ibu kota Bangkok. Meski demikian, krisis operasional dan kekacauan parah masih melanda bandara utama di kota tersebut.

Ibu Kota Bangkok diguyur hujan deras dengan curah mencapai sekitar 320 mm hanya dalam kurun waktu tiga hari pada pekan lalu. Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menyatakan bahwa luapan air di jalan-jalan protokol diperkirakan akan surut dalam dua hari, sedangkan penanganan wilayah pemukiman lainnya membutuhkan waktu hingga sepekan.

"Upaya pemulihan sedang berlangsung di wilayah-wilayah di mana air telah surut," ujar Chadchart dikutip dari Reuters pada Selasa (29/9).

Kementerian Dalam Negeri Thailand mengonfirmasi bahwa sedikitnya 23 jiwa melayang sejak 16 September di 42 provinsi yang terdampak, termasuk empat korban meninggal di wilayah Bangkok. Bencana banjir nasional ini memicu kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai USD$367 juta, serta mengancam stabilitas sektor pariwisata.

Dampak banjir turut melumpuhkan aktivitas di Bandara Suvarnabhumi akibat separuh personel maskapai nasional Thai Airways tidak dapat hadir bekerja. Kendala operasional tersebut memaksa maskapai membatalkan sekitar 30 persen penerbangan dari Bangkok dan menelantarkan sedikitnya 5.600 bagasi penumpang.

"Hampir 100 persen penerbangan selama dua hari terakhir mengalami penundaan, dengan kurang dari 3 persen yang sesuai jadwal karena kapasitas operasional tidak dapat dipertahankan," kata Chief Executive Officer Thai Airways, Chai Eamsiri.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh seorang penumpang asal Azerbaijan, Emir Demiroez, yang kesulitan melacak keberadaan bagasinya jelang penerbangan lanjutan ke Malaysia.

"Tidak ada yang tahu apa pun. Tidak ada yang bisa membantu kami. Kami tidak dapat menemukan bagasi kami," kata Demiroez.

"Kami memiliki penerbangan kedua pada pukul 14.00, tetapi saya tidak tahu apakah kami bisa mengejarnya," dia menambahkan.

Menteri Pariwisata Thailand Surasak Phancharoenworakul mengkritik tajam manajemen Thai Airways atas buruknya penanganan krisis tersebut. Dia menuding maskapai sempat mengalihkan petugasnya untuk melayani maskapai mitra guna menghindari denda kontrak.

"Hal ini merusak citra negara. Kita perlu membahas bagaimana manajemen harus bekerja lebih proaktif. Jika mereka tidak ingin melakukan pekerjaan tersebut, maka mundurlah," ujar Surasak.

Menanggapi bencana ini, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan bahwa kabinet telah menyetujui dana bantuan darurat sebesar lebih dari 4 miliar baht.

Pemerintah Thailand juga merancang proyek infrastruktur drainase jangka panjang bernilai 160 miliar baht berdurasi delapan tahun, untuk mengantisipasi risiko banjir di kawasan tengah dan ibu kota.

 

KEYWORD :

Banjir Thailand Korban Banjir Bangkok Bandara Suvarnabhumi Lumpuh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :