Selasa, 29/09/2026 17:17 WIB

Ratusan Pemukim Israel Serang Desa Palestina Tepi Barat





Pemukim Israel kembali menyerang sebuah desa Palestina di bagian utara Tepi Barat yang diduduki, serta membakar sejumlah rumah dan kendaraan.

Warga Palestina duduk di dekat sebuah kendaraan yang terbakar akibat serangan pemukim Israel, di Al-Mughayyir, dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 29 September (Foto: Mohamad Torokman/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Pemukim Israel kembali menyerang sebuah desa Palestina di bagian utara Tepi Barat yang diduduki, serta membakar sejumlah rumah dan kendaraan. Insiden ini merupakan aksi kekerasan terbaru dalam gelombang serangan yang melanda wilayah tersebut.

Para pemukim membakar dua rumah milik keluarga Tubasi, hanya beberapa jam setelah keluarga tersebut berusaha kembali berdasarkan keputusan pengadilan Israel, usai hampir dua bulan mengungsi. Hal ini diungkapkan sumber-sumber lokal kepada kantor berita Anadolu pada Selasa.

Warga desa setempat sempat berusaha melawan para pemukim sebelum pasukan Israel tiba di lokasi kejadian, tambah sumber tersebut.

Kebakaran itu menyebabkan kerusakan parah pada kedua rumah, sementara serangan tersebut memicu kepanikan di kalangan penduduk.

Menurut sumber tersebut, pasukan Israel justru memberikan perlindungan kepada para pemukim dan mengirimkan tambahan bala bantuan militer ke daerah itu. Pasukan Israel juga memaksa anggota keluarga Tubasi untuk kembali mengevakuasi rumah mereka di bawah todongan senjata.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan lebih dari 100 pemukim membuat kerusuhan di Jalud pada malam hari. Mereka mencegah pasukan Israel untuk memfasilitasi kepulangan keluarga Palestina yang mengungsi ke rumah mereka dengan memblokir jalan, membakar ban, dan melempari pasukan keamanan dengan batu.

"Tentara dan pasukan Polisi Perbatasan Israel beroperasi di daerah Jalud untuk membubarkan perusuh Israel dan melindungi penduduk daerah tersebut, karena kepulangan keluarga Palestina ke rumah mereka di daerah itu telah dikoordinasikan," bunyi pernyataan militer tersebut.

"Akibat kekerasan tersebut, misi untuk memulangkan keluarga itu ke rumah mereka tidak dapat diselesaikan," tambah pihak militer.

Mahmoud Tubasi, salah satu pemilik rumah, mengatakan kepada Anadolu bahwa keluarganya kembali di bawah keputusan pengadilan, tetapi menemukan kerusakan parah yang disebabkan oleh para pemukim yang telah mengambil alih properti dan mencegah pemiliknya mengakses tempat tersebut.

Para pemukim kemudian kembali pada malam hari dan membakar rumah itu hingga hancur dan tidak dapat dihuni lagi, tambahnya.

Keluarga Tubasi terpaksa meninggalkan rumah mereka di Jalud pada bulan Juli menyusul pelecehan dan kekerasan berulang kali oleh para pemukim.

Kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat sejak meletusnya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, tetapi gelombang serangan ini meningkat secara signifikan pada tahun ini.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan terkait pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat dari Januari hingga akhir Juli. Rata-rata enam serangan terjadi per hari, menandai laju tercepat dalam sekitar 20 tahun terakhir.

Berbagai kelompok pemukim, yang seringkali didukung atau dilindungi oleh tentara Israel, telah menyerang warga Palestina dengan berbagai cara, termasuk penembakan, pengepungan rumah, dan terlibat dalam bentuk kekerasan komunal lainnya.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Pemukim Israel Desa Palestina Serangan Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :