Senin, 21/09/2026 18:14 WIB

Gas Air Mata Israel Picu Kebakaran di Palestina





Pasukan Israel menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di desa Sur Baher, Palestina, sebelah tenggara Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama konferensi pers, di Yerusalem. (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Pasukan Israel pada Minggu menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di desa Sur Baher, Palestina, sebelah tenggara Yerusalem. Tindakan ini memicu kebakaran di beberapa toko komersial, menurut keterangan Kegubernuran Yerusalem.

Kantor berita Palestina, WAFA, dengan mengutip pihak kegubernuran melaporkan bahwa bentrokan pecah di pintu masuk desa antara penduduk Palestina dan tentara Israel.

Laporan itu menyebutkan bahwa selama konfrontasi berlangsung, pasukan Israel menembakkan amunisi pengendali massa yang akhirnya memicu kobaran api.

Sejumlah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan tim tanggap darurat berupaya keras memadamkan kebakaran tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur yang diduduki. Sebelumnya pada Minggu pagi, para pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual doa Yahudi di pelatarannya.

Sepanjang akhir pekan, serangkaian tindakan provokatif dilakukan oleh para politisi dan pemukim Israel menjelang Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, serta pemilihan umum Israel yang akan digelar bulan depan.

Pada Kamis, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir beserta sejumlah rombongan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa bertepatan dengan Yom Kippur. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi jaringan terowongan di bawah Yerusalem Timur yang diduduki pada Sabtu.

Pada Minggu pagi, Netanyahu juga mengunggah sebuah video dan deretan foto di akun Instagram resminya yang memperlihatkan dirinya tengah mengikuti doa Selichot Yahudi di Tembok Al-Buraq (Tembok Ratapan).

KEYWORD :

Serangan Israel Bentrokan Palestina Genosida Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :