Siluet perempuan Ethiopia (Foto: Nureldin Abdallah/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat pertempuran di Ethiopia barat dekat perbatasan dengan Sudan Selatan, lapor lembaga amal medis Doctors Without Borders (MSF).
Bentrokan antarkomunitas memang kerap terjadi di wilayah Gambella. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 400.000 pengungsi, yang sebagian besar merupakan warga Sudan Selatan yang melarikan diri dari kekerasan di negara termuda di dunia tersebut.
"Tim MSF di pusat kesehatan Kule di Wilayah Gambella, Ethiopia, terus merespons masuknya pasien terluka menyusul kekerasan di Itang Special Woreda pada 18 September," kata lembaga amal medis tersebut dalam sebuah pernyataan pada Minggu.
MSF mengatakan pihaknya telah menerima 88 pasien akibat rentetan kekerasan pada Jumat, termasuk delapan orang yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dan empat orang yang mengembuskan napas terakhir saat tiba di fasilitas medis.
"Kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan melindungi warga sipil dari kekerasan lebih lanjut," kata manajer operasi MSF di Ethiopia, Gul Badshah.
Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang
Hingga saat ini, belum jelas kelompok mana yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.
Sebuah laporan dari Rift Valley Institute pada 2025 mengaitkan peningkatan konflik di Gambella dengan persaingan memperebutkan sumber daya ekonomi dan gelombang masuknya pengungsi di daerah tersebut.
10 Orang Tewas Akibat Ledakan Gudang Kembang Api
Selain di wilayah perbatasan, Ethiopia juga terus dirongrong oleh konflik bersenjata yang berkepanjangan di dua wilayah terpadatnya, yakni Oromia dan Amhara.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bentrokan Ethiopia Korban Tewas























