Senin, 28/09/2026 21:47 WIB

Banjir Thailand Tewaskan 19 Orang, 700 Ribu Warga Bangkok Terdampak





Meski intensitas hujan mulai menurun, sejumlah kawasan masih tergenang. Pemerintah kota memprioritaskan penurunan muka air di kanal-kanal utama

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Thailand (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Thailand menewaskan sedikitnya 19 orang dan berdampak terhadap sekitar 700 ribu warga di Bangkok.

Hujan mulai mereda di ibu kota Thailand setelah sistem tekanan rendah bergerak menjauh, tetapi hujan monsun masih mengguyur sejumlah wilayah, terutama bagian timur Bangkok.

Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan banjir telah melanda 23 provinsi dan berdampak terhadap 49 fasilitas kesehatan. Sebagian besar korban jiwa dilaporkan meninggal akibat tenggelam atau tersengat listrik.

Pemerintah Thailand juga menetapkan libur khusus selama dua hari di Bangkok dan sejumlah provinsi di sekitarnya, yakni Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan, sebagai dampak kondisi banjir.

Di Bangkok, sekitar 329 ribu rumah tangga atau setara dengan sekitar 700 ribu orang terdampak banjir. Sejumlah distrik menjadi wilayah yang paling parah terdampak, antara lain Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si.

Hujan dalam semalam mencapai sekitar 62 milimeter di Nong Chok, 55 milimeter di Lat Krabang, dan 52 milimeter di Min Buri.

Meski intensitas hujan mulai menurun, sejumlah kawasan masih tergenang. Pemerintah kota memprioritaskan penurunan muka air di kanal-kanal utama untuk mempercepat pengeringan jalan dan kawasan permukiman.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pengerahan dilakukan terutama di kanal Prawet Burirom dan Lat Phrao agar air dapat segera dialirkan dari wilayah yang terdampak.

Dampak banjir juga dirasakan sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan Thailand mencatat 24 fasilitas kesehatan masih beroperasi, sementara tiga fasilitas hanya dapat memberikan layanan secara terbatas dan 22 lainnya menghentikan pelayanan.

Otoritas Bangkok telah memindahkan sekitar 1.500 pasien yang harus terus berbaring ke rumah sakit kota untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perawatan selama banjir.

Pemerintah juga memantau permintaan bantuan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial, terutama dari wilayah yang masih terendam atau membutuhkan evakuasi.

Sejumlah ruas jalan mulai kembali dapat dilalui setelah genangan berangsur surut. Beberapa bagian Phetchaburi Road telah dibuka kembali, sementara kondisi Vibhavadi Rangsit Road juga mulai lebih mudah dilalui.

Namun, banjir masih bertahan di sejumlah lokasi sehingga masyarakat dan petugas tetap menghadapi kendala mobilitas.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, pemerintah membutuhkan berbagai perlengkapan bantuan, termasuk makanan siap saji, air minum, kendaraan dengan kemampuan melintasi genangan tinggi, perahu beralas datar, dan dapur bergerak.

Hujan yang mulai mereda memberikan ruang bagi otoritas untuk mempercepat penanganan genangan. Namun, hujan monsun yang masih berlangsung membuat sejumlah kawasan Bangkok tetap harus mewaspadai kemungkinan genangan bertahan hingga kondisi air benar-benar surut. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Banjir Thailand Korban Banjir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :