Ketua Umum ISSF, dr. Sudarmanto (Istimewa)
Jakarta, Jurnas.com - Jakarta kembali menjadi saksi penganugerahan CSR dan Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 yang digelar Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) dengan menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Ajang kelima yang digelar semenjak 2022 ini mengusung tema `Kontribusi Dunia Usaha Dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045`.
Sebanyak 61 perusahaan dengan 74 kategori program dan perorangan mengikuti penilaian ketat yang dilakukan oleh dewan juri dari Kemendes PDT, Kementerian Pertanian, Kemenko PMK serta ISSF.
Hasilnya, 23 program meraih Gold, 34 Silver, 12 Bronze dan 1 Apresiasi, ditambah 3 peraih Excellent serta 1 Outstanding untuk kategori perorangan.
Ketua Umum ISSF, dr. Sudarmanto menegaskan penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan bagi dunia usaha.
"Ajang ini didorong menjadi tolak ukur keberhasilan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak nyata bagi keberlanjutan penghidupan masyarakat," kata Sudarmanto.
Jumlah peserta tahun ini menurun dibanding periode sebelumnya akibat proses perizinan sektor pertambangan yang masih dalam tahap penyesuaian dengan ketetapan yang ada. Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional perusahaan tambang dan ekosistem mitra kerja disekitarnya.
Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto dijadwalkan mengajak perusahaan terpilih berdiskusi khusus mengenai langkah konkret pembangunan desa melalui CSR. Penyelarasan program diharapkan memberi manfaat nyata, khususnya bagi desa disekitar wilayah operasional perusahaan.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga memberikan apresiasi tinggi kepada dunia usaha yang aktif membangun desa melalui program CSR.
Apresiasi tersebut disalurkan melalui ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 bersama Indonesia Social Sustainability Forum.
Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria yang turut hadir menegaskan kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Ajang penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk melahirkan inovasi dan praktik terbaik pembangunan desa," ungkap Riza Patria.
Desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional dengan lebih dari 75 ribu desa yang kaya sumber daya alam. Pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan membutuhkan keterlibatan aktif para pelaku usaha.
Ahmad Riza menambahkan CSR yang terarah mampu meningkatkan daya beli serta menggerakkan perekonomian masyarakat lokal. Peningkatan daya beli tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
CSR Awards Indonesian Social Sustainability Forum


























