Senin, 28/09/2026 19:45 WIB

Dongkrak Kualitas Pembelajaran, UT Terus Perkuat Kemitraan





Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa prinsip kolaborasi dan resource sharing menjadi fondasi utama untuk mencapai target 1 juta mahasiswa

Konferensi pers Universitas Terbuka (UT) dalam kegiatan UT Vendor Gathering 2026 (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) terus memperluas dan memperkuat kemitraan strategis dengan para penyedia barang dan jasa, guna mendongkrak kualitas layanan pembelajaran serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan UT Vendor Gathering 2026 yang diselenggarakan di UT Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, pada Senin (28/9).

Forum ini dihadiri oleh 114 perusahaan mitra dari berbagai bidang industri, termasuk teknologi informasi, telekomunikasi, penerbitan dan percetakan, logistik, jasa konsultasi, hingga konstruksi.

Keragaman mitra ini memegang peranan krusial dalam menopang kelancaran operasional universitas, khususnya terkait distribusi bahan ajar dan keandalan sarana pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa di berbagai daerah.

Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa prinsip kolaborasi dan resource sharing menjadi fondasi utama bagi UT dalam memantaskan diri melayani target lebih dari satu juta mahasiswa tanpa menurunkan standar mutu pendidikan.

"Salah satu contoh adalah bahan ajar kita. Tidak mungkin UT mengirimkan sendiri. Kita sangat tergantung dengan mitra-mitra kita. Kalau mitra-mitra kita ini enggak kredibel, enggak profesional, yang terkena bukan hanya mereka akan dilepas dari mitra UT, tapi nama UT akan ikut," kata Prof. Ali dalam konferensi pers.

"Kita terus akan berkomunikasi, akan membangun kesetaraan, dan yang paling penting memahami budaya UT. Salah satu budaya UT dalam konteks ini adalah budaya bersih dan berintegritas," dia menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, menyampaikan bahwa dalam rangka menjamin transparansi serta tata kelola pengadaan yang baik, UT telah menjalankan perbaikan regulasi dan digitalisasi sistem secara komprehensif.

"Pengadaan di UT telah menjadi praktik baik dari sisi kelembagaan, regulasi, dan sistem informasi. BTN juga menjadi mitra kita dalam melayani mahasiswa terkait UKT dan ekosistem lainnya untuk memperkuat layanan paripurna bagi mahasiswa, baik di Indonesia maupun di luar negeri," ujar Adrian.

Penguatan ekosistem pengadaan ini didukung penuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang memberikan kemudahan finansial serta fasilitas garansi bank bagi para mitra kerja UT.

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, menuturkan bahwa kerja sama ini selaras dengan visi BTN untuk menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga.

"Kalau bicara keluarga, ini bukan cuma soal KPR (mortgage), tetapi juga pendidikan. BTN memiliki visi `rumah untuk semua`, sedangkan UT memiliki visi `pendidikan tinggi untuk semua`. Ini kesempatan besar bagi BTN untuk berpartner dengan UT dengan memberikan beberapa layanan spesial bagi para vendor UT," kata Helmy.

"Jika vendor memiliki kendala di bidang uang muka maupun pemenuhan prosedur seperti bank garansi, BTN siap menjadi provider dengan rate yang kompetitif. Sehingga perputaran dari vendor ini bisa di-support, ekosistem UT maju, cakupannya makin besar, dan dapat mencetak champion-champion baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia.

Diketahui, kemitraan strategis ini turut membuka peluang integrasi akademis yang lebih luas melalui skema strategic industry partner. Para penyedia barang dan jasa didorong untuk berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), penyediaan kuota magang mahasiswa, penyerapan tenaga kerja alumni, hingga penyaluran dana CSR untuk program mahasiswa asuh.

KEYWORD :

UT Vendor Gathering Universitas Terbuka Pendidikan Jarak Jauh Ali Muktiyanto




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :