Jum'at, 04/09/2026 19:00 WIB

Dies Natalis ke-42 UT, Ali Muktiyanto: Kuliah Bukan Lagi Barang Mewah





Rektor UT Ali Muktiyanto mengatakan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi saat ini bukan lagi menjadi barang mewah.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ali Muktiyanto (tengah) didampingi jajaran pejabat di lingkungan kampus UT (Foto: Habib/Jurnas.com)

 

Tangerang Selatan, Jurnas.com – Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ali Muktiyanto mengatakan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi saat ini bukan lagi menjadi barang mewah.

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela peringatan Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka yang diselenggarakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, pada Jumat (4/9).

"Kita ingin hadirkan perguruan tinggi ini adalah sebuah barang bukan lagi barang mewah tapi barang yang bisa dinikmati oleh seluruh penduduk negeri ini," kata Ali Muktiyanto.

Mengusung tema "Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri", UT terus memantapkan langkahnya dalam memperluas pemerataan pendidikan. Salah satunya dengan  menyasar target pelayanan hingga 1 juta mahasiswa aktif paling lambat pada tahun 2028 mendatang.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen UT untuk menjangkau masyarakat di daerah yang terjauh, tertinggal, dan terluar (3T). 

Selain pertumbuhan jumlah mahasiswa, UT juga memamerkan ketangguhan sistem teknologi informasinya.

Pada pelaksanaan ujian semester lalu, UT sukses melayani lebih dari 125.000 pengguna secara serentak per sesi ujian, dengan kapasitas infrastruktur terpasang mencapai 250.000 pengguna. UT juga berhasil menuntaskan penyelarasan seluruh kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk seluruh program studi yang dimiliki.

"Ujian seperti itu, itu tidak mudah dan tanpa hambatan," ujarnya.

Sementara di bidang penelitian, UT juga menaikkan anggaran riset sebesar 73,6 persen, dari Rp32,9 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp57,1 miliar pada tahun 2026.

Alokasi dana riset ini disiapkan secara khusus untuk menyokong kebijakan strategis nasional, termasuk program pembangunan Astacita pemerintah melalui Riset Strategis Nasional.

Selain itu, UT telah memiliki akreditasi A pada level perguruan tinggi serta memperoleh akreditasi internasional dari HECI dan SIBA.

Pada level internasional, UT juga telah melalui quality review. Ali mengungkapkan salah satu reviewer menyebut UT layak disebut sebagai “The World`s Mega Quality University.”

Komitmen UT terhadap pengembangan keilmuan juga tercermin dari peningkatan publikasi penelitian dosen dan peneliti.

Jumlah publikasi meningkat dari 1.151 menjadi 1.251 publikasi, sedangkan publikasi yang terindeks internasional bereputasi pada kuartil Q1 hingga Q4 meningkat dari 748 pada 2024 menjadi 922 pada 2026.

"Tahun ini juga telah diluncurkan program Kelompok Riset Profesor (KERISPRO) dan Riset untuk mendukung Program Astacita, yaitu Riset Strategis Nasional," ujarnya.

Kemudian, Ali menuturkan bahwa UT juga tengah bersiap meluncurkan program studi baru di bawah Sekolah Vokasi yang ditargetkan mulai diperkenalkan pada akhir tahun depan.

Saat ini, kata Ali, telah terhubung dengan sekitar 200 lembaga kemitraan dan menyiapkan program magang selama 6 bulan di industri mobil listrik di Tiongkok.

"Jangan selenggarakan vokasi kalau tidak ada tempat praktik dan magang. Artinya memang kewajiban syarat itu harus terpenuhi. Yang kedua, jangan luluskan mahasiswa vokasi sebelum pasti tempat bekerja," ujar Ali.

KEYWORD :

Dies Natalis UT Universitas Terbuka Ali Muktiyanto




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :