Tim pencarian dan penyelamatan korban bencana gempa bumi di wilayah barat Kolombia menyisir reruntuhan bangunan akibat gempa (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Colombia pada Senin terus bertambah.
Hingga Rabu (12/8), Presiden Colombia Abelardo De La Espriella menyebut 265 orang meninggal dunia, 3.494 orang terluka, dan 496 lainnya masih hilang.
De La Espriella mengatakan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan menjadi prioritas utama pemerintah. “Upaya kami difokuskan pada pencarian orang-orang yang masih hilang,” ujarnya.
Besarnya dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan dan infrastruktur. Berdasarkan penilaian kerusakan yang dirilis National Unit for Disaster Risk Management (UNGRD), sebanyak 9.215 rumah hancur, sementara 45.457 rumah lainnya mengalami kerusakan.
Pemerintah Colombia telah menetapkan situasi tersebut sebagai bencana nasional. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi seluruh kapasitas pemerintah dalam menangani keadaan darurat.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, pemerintah juga menetapkan pengibaran bendera nasional setengah tiang di seluruh gedung pemerintah dan kantor perwakilan diplomatik Colombia di luar negeri.
Gempa terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat atau 12.34 GMT. Menurut data United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar, wilayah Choco.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer. San Jose del Palmar merupakan sebuah wilayah dengan populasi sekitar 4.800 jiwa dan berada pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.
Sekitar 44 menit setelah gempa utama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah tersebut. Pusat gempa susulan berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
Besarnya korban dan kerusakan membuat operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Dengan masih adanya 496 orang yang dilaporkan hilang, jumlah korban dalam bencana ini masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya pencarian dan proses pendataan di lapangan. (*)
Sumber: Anadolu
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB