Ilustrasi - ini keutamaan menjaga sholat lima waktu menurut Al-Qur`an dan hadis (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Sholat lima waktu merupakan salah satu kewajiban utama dalam Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah baligh dan berakal.
Ibadah ini tidak hanya menjadi rukun Islam kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi juga menjadi bukti keimanan serta bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur`an dan hadis, terdapat banyak dalil yang menjelaskan keutamaan menjaga sholat lima waktu. Selain mendatangkan pahala, sholat juga menjadi sumber ketenangan hati, penghapus dosa, hingga amal pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat.
Sholat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menyebut sholat sebagai tiang agama. Artinya, sholat menjadi fondasi yang menopang kehidupan seorang muslim.
Apabila sholat dijaga dengan baik, maka ibadah dan akhlak seseorang akan lebih mudah terpelihara. Sebaliknya, jika sholat mulai ditinggalkan, hubungan seorang hamba dengan Allah SWT pun akan semakin lemah.
Karena itu, para ulama selalu mengingatkan bahwa menjaga sholat merupakan salah satu tanda kesungguhan seseorang dalam menjalankan agamanya.
Allah SWT berfirman:
"Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat Wustha. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 238)
Dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman:
"Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)
Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar ibadah yang dianjurkan, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan tepat pada waktunya.
Keutamaan lain dari menjaga sholat adalah karena ibadah ini menjadi amalan pertama yang akan diperiksa pada Hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka ia akan beruntung dan sukses. Namun jika sholatnya rusak, maka ia akan rugi dan merugi." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa`i, dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas sholat memiliki pengaruh besar terhadap penilaian amal-amal lainnya.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sholat lima waktu dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang muslim, selama ia menjauhi dosa-dosa besar.
Beliau bersabda:
"Perumpamaan sholat lima waktu seperti sebuah sungai yang mengalir di depan pintu salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari, sehingga tidak tersisa sedikit pun kotoran pada dirinya." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menggambarkan bahwa sholat menjadi sarana penyucian diri yang dilakukan setiap hari.
Allah SWT menjelaskan salah satu hikmah besar dari sholat dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
Sholat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan akan membentuk karakter seorang muslim sehingga lebih mudah menjauhi maksiat dan terdorong untuk melakukan berbagai amal kebaikan.
Kesibukan dan berbagai persoalan hidup sering kali membuat seseorang merasa cemas dan gelisah. Dalam kondisi seperti itu, sholat menjadi salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketika seorang muslim berdiri menghadap kiblat, membaca ayat-ayat Al-Qur`an, rukuk, dan sujud, ia sedang menyerahkan segala urusannya kepada Sang Pencipta. Ibadah inilah yang menghadirkan ketenangan batin dan menguatkan hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Menjaga sholat lima waktu juga menjadi bukti nyata ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT.
Berbeda dengan ibadah lain yang dilakukan pada waktu tertentu, sholat hadir lima kali dalam sehari.
Konsistensi menjalankan sholat menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam memenuhi perintah Allah, baik ketika lapang maupun sempit, sehat maupun sakit.
Karena itu, sholat sering disebut sebagai cerminan kualitas hubungan seorang muslim dengan Tuhannya.
Kamis, 23/07/2026 19:15 WIB