https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Legislator Minta Pemerintah Benahi Tata Kelola Distribusi Dokter di Daerah

Samrut Lellolsima | Selasa, 07/07/2026 18:37 WIB



Selama ini pembahasan sering berfokus pada kurangnya jumlah dokter. Padahal persoalan yang paling dirasakan masyarakat adalah distribusi yang belum merata Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani Aher. (Foto: Dok. Disway)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai persoalan pelayanan kesehatan di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah jumlah dokter.

Menurut dia, pemerintah perlu memprioritaskan pembenahan tata kelola distribusi tenaga kesehatan agar akses layanan kesehatan merata di seluruh wilayah.

Baca juga :
Banggar DPR Optimistis DSI Perkuat Penerimaan Pajak dari Komoditas

“Selama ini pembahasan sering berfokus pada kurangnya jumlah dokter. Padahal persoalan yang paling dirasakan masyarakat adalah distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Masih banyak daerah yang kesulitan mendapatkan layanan dokter, sementara di kota-kota besar justru terjadi penumpukan tenaga medis,” kata Netty dalam keterangannya, Selasa (7/7).

Politikus PKS itu mengatakan pemerintah perlu memperkuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan secara nasional melalui pemetaan berbasis kondisi riil di setiap daerah. Menurutnya, perencanaan tersebut harus mempertimbangkan jumlah penduduk, karakteristik wilayah, beban penyakit, hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga :
Komisi XI DPR Dorong Perpanjangan Tenor Dana SAL di Himbara

Ia menegaskan, penempatan dokter tidak cukup hanya mengandalkan penugasan, tetapi juga harus didukung insentif yang memadai, kepastian jenjang karier, fasilitas kerja yang layak, serta dukungan terhadap kehidupan sosial tenaga kesehatan yang bertugas di daerah.

Selain pemerataan tenaga kesehatan, Netty juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut dia, investasi pemerintah dalam pembangunan rumah sakit maupun pengadaan alat kesehatan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif agar tepat sasaran dan tidak memperlebar kesenjangan antarwilayah.

Baca juga :
Banggar Minta Pemerintah Jaga Disiplin Fiskal di Tengah Pelebaran Defisit

Di sisi lain, Netty menyambut positif pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelayanan kesehatan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak dapat menggantikan peran dokter dalam mengambil keputusan klinis.

“AI dapat membantu proses skrining, analisis data kesehatan, pembacaan hasil pemeriksaan penunjang, hingga mempercepat administrasi pelayanan. Namun keputusan klinis tetap harus berada di tangan dokter karena pelayanan kesehatan membutuhkan penilaian profesional, komunikasi dengan pasien, serta pertimbangan etik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ujarnya.

Netty juga berpandangan bahwa arah pembiayaan kesehatan ke depan harus lebih menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus pada pembiayaan pengobatan, tetapi juga perlu memperkuat layanan kesehatan primer, deteksi dini penyakit, pengendalian penyakit kronis, serta pelayanan bagi kelompok lanjut usia.

Tak kalah penting, ia mendorong penguatan audit medis sebagai instrumen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan yang bekerja sesuai standar profesi.

“Dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan pasien, kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan akan semakin kuat,” kata Netty.

Ia menambahkan, terwujudnya sistem kesehatan nasional yang berkualitas, merata, dan berkeadilan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, serta masyarakat.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IX Netty Prasetiyani Aher tenaga kesehatan kecerdasan buatan jumlah dokter

Terkini | Selasa, 07/07/2026 20:36 WIB

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Humanika

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777