Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (Foto: psg.fr)
Jakarta, Jurnas.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menegaskan timnya layak menyandang status juara Liga Champions setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang musim 2025/2026 dan berhasil mengalahkan Arsenal di final pada Sabtu (30/5) malam.
Meski mengakui laga final berlangsung sulit, juru taktik asal Spanyol itu menilai pencapaian PSG merupakan buah dari kerja keras yang telah dibangun sejak awal musim.
PSG harus menghadapi perlawanan sengit dalam partai puncak. Menurut Enrique, lawan tampil disiplin dan membuat anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada awal pertandingan.
"Pertandingan dimulai dengan sangat baik untuk mereka. Setelah itu, mereka tahu bagaimana cara bertahan. Itu membuat laga menjadi sangat sulit bagi kami," kata Luis Enrique usai pertandingan dikutip dari laman resmi uefa pada Minggu (31/5).
Mantan pelatih Barcelona tersebut menjelaskan bahwa PSG sebenarnya sudah terbiasa menghadapi tim yang bermain bertahan dengan banyak pemain berada di area pertahanan.
Namun, lawan yang mereka hadapi di final memiliki kekuatan fisik yang sangat baik sehingga memberikan tantangan tersendiri.
"Kami terbiasa menyerang tim yang menempatkan banyak pemain di belakang bola. Namun kali ini kami menghadapi tim yang sangat kuat secara fisik dan sangat tangguh," ujarnya.
Meski menghadapi berbagai kesulitan selama pertandingan, Enrique merasa PSG tetap pantas keluar sebagai pemenang.
Ia bahkan menilai kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk meraih trofi, tetapi perjalanan PSG sepanjang musim menjadi alasan utama mengapa gelar tersebut layak berada di Paris.
"Kami pantas mendapatkannya. Mungkin hari ini kedua tim sama-sama layak untuk menang, tetapi jika melihat cara kami bermain sepanjang musim, kami layak menjuarai Liga Champions," kata Enrique.
Gelar ini menjadi pencapaian penting dalam karier kepelatihan Luis Enrique. Sejak ditunjuk menangani PSG, ia berupaya membangun identitas permainan yang lebih kolektif dengan mengandalkan kerja sama tim dibanding ketergantungan pada satu atau dua pemain bintang.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. PSG tampil konsisten sepanjang musim, baik di kompetisi domestik maupun Eropa, hingga akhirnya berhasil mencapai puncak dengan mengangkat trofi Liga Champions.
Meski baru saja meraih kesuksesan besar, Enrique tidak ingin timnya cepat berpuas diri. Pelatih berusia 56 tahun itu langsung mengalihkan fokus untuk mempertahankan level permainan PSG pada musim berikutnya.
"Kami sangat bahagia. Sekarang kami akan mencoba kembali berada di level ini musim depan. Kenapa tidak?" ujar Enrique.
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar sang pelatih untuk menjadikan PSG sebagai kekuatan dominan di sepak bola Eropa.
Setelah sukses mengantar klub meraih trofi Liga Champions, Luis Enrique kini membidik target yang lebih tinggi, yakni mempertahankan gelar dan terus membawa PSG bersaing di level tertinggi dalam beberapa musim ke depan.
Minggu, 31/05/2026 23:49 WIB
Minggu, 31/05/2026 23:16 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB