https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jepang Buka Pembicaraan dengan China pasca Perselisihan Diplomatik

Mutiul Alim | Sabtu, 23/05/2026 19:30 WIB



Jepang kembali membuka pembicaraan dengan China pasca kedua negara terlibat dalam perselisihan diplomatik. Bendera Jepang dan China (Foto: Straits Times)

Tokyo, Jurnas.com - Jepang kembali membuka pembicaraan dengan China pasca kedua negara terlibat dalam perselisihan diplomatik. Pembicaraan ini terjadi antara Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Kendati demikian, Akazawa menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan bilateral formal bersama Wang Wentao, meskipun keduanya sempat berbincang singkat sebelum acara makan malam pada Jumat (22/5).

Akazawa menyampaikan hal tersebut kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Suzhou, China timur.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (23/5), Akazawa menjadi pejabat tinggi Jepang pertama yang mengunjungi China sejak perselisihan diplomatik antara kedua negara pecah pada November lalu.

“Sebelum makan malam dimulai pada Jumat, saya mendekati Menteri Wang dan melakukan percakapan singkat,” kata Ryosei Akazawa.

Pertemuan antara Akazawa dan pejabat senior China ini menjadi komunikasi tingkat tertinggi sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu ketegangan dengan menyatakan bahwa potensi serangan China ke Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Sejak pernyataan tersebut keluar, Beijing langsung menerapkan serangkaian langkah pembalasan termasuk mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang serta menghentikan penjualan beberapa jenis logam tanah jarang yang sangat vital untuk pembuatan mobil listrik dan senjata.

Selama pertemuan menteri APEC, Akazawa menyerukan kepada negara-negara eksportir untuk memperbaiki kontrol ekspor tanah jarang yang sewenang-wenang.

Pihak Jepang menilai China telah memutus pasokan beberapa logam tanah jarang berat selama setidaknya empat bulan, yang mengindikasikan bahwa Beijing menggunakan kontrol mineral kritis tersebut sebagai alat posisi tawar diplomatik.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perdagangan Jepang dan China Hubungan Diplomatik Jepang-China Konferensi APEC

Terkini | Senin, 03/08/2026 16:47 WIB

News

Ilmuwan Tiongkok Kembangkan Metode Peledakan Asteroid Gunakan Nuklir

News

Ribuan Calon Mahasiswa Datangi Binus, Wujudkan Langkah Menuju Karier Global

News

Diserang Saat Sidang Sengketa, 35 Warga Sipil Tewas Dihantam Drone Militer

News

Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2 Diduga Akibat Kelalaian, Harus Diusut Tuntas

News

Enam Warga Israel Ditangkap Usai Serang Biara

News

Sekjen DPR Apresiasi Anugerah Jurnalistik KWP 2026

News

Jaringan Listrik Kolaps Lagi, Kuba Dilanda Pemadaman Total Nasional

KPK Segera Tahan Catur Budi Harto Cs di Kasus Korupsi EDC BRI

Gaya Hidup

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Penyayang dan Empatis, Siapa Dia?

News

KPK Sebut Korupsi EDC dan Notifikasi Perbankan BRI Saling Beririsan

Olahraga

Newcastle United Sudah Siapkan Pengganti Bruno Guimaraes

News

KPK Konstruksikan Dugaan Fee 3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum Hipmi

News

Kemenhut Dorong Komitmen Zero Karhutla pada PBPH di Provinsi Jambi

News

Menaker Beberkan Langkah Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Pekerja

News

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Tinjau Evakuasi Penumpang

Gaya Hidup

Studi Ungkap Perubahan Iklim Bikin Kehidupan di Kota Makin Tidak Setara

News

Dubes Tiongkok Dukung Transformasi Transmigrasi, Siap Perkuat Kolaborasi

Gaya Hidup

Ada Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, NASA Siapkan Siaran Langsung

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777