Pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi (Foto: Arab News)
Riyadh, Jurnas.com - Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperingatkan adanya potensi angin kencang berdebu dan suhu panas ekstrem di beberapa wilayah pada Jumat (22/5) kemarin. Peringatan ini muncul di saat ratusan ribu jemaah terus berdatangan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji.
Dikutip dari Arab News pada Sabtu (23/5), angin permukaan yang membawa debu dan pasir diperkirakan akan memengaruhi sebagian wilayah Najran, Riyadh, Provinsi Timur, perbatasan utara, Al-Jouf, serta Tabuk. Selain suhu panas, otoritas terkait juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan badai di beberapa dataran tinggi.
“Potensi hujan petir dan hujan lebat dapat terjadi di sebagian dataran tinggi Jazan, Asir, Al-Baha, dan Makkah,” tulis pihak NCM dalam laporan resminya.
NCM memprakirakan kondisi cuaca pada siang hari akan stabil namun berkisar antara panas hingga sangat panas di sepanjang jalur yang menghubungkan Madinah, Makkah, dan tempat-tempat suci lainnya, lokasi pergerakan besar jemaah sedang berlangsung.
Adapun suhu udara diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius di Makkah dan 44 derajat Celsius di Madinah, dengan tingkat kelembapan hingga 40 persen disertai angin berdebu di area terbuka.
Melalui laporan Saudi Press Agency, NCM mengimbau para jemaah dan pelaku perjalanan untuk memeriksa kendaraan mereka sebelum berangkat, mematuhi panduan keselamatan, serta memperbanyak minum air guna menghindari dehidrasi.
Sedikitnya 1,6 juta jemaah diperkirakan akan berkumpul di Makkah untuk pelaksanaan haji tahun ini, yang membuat fokus keselamatan dan pemantauan kondisi cuaca menjadi sangat krusial.
Walaupun inti ritual haji berpusat di Makkah dan situs suci sekitarnya, banyak jemaah yang juga melakukan perjalanan melalui Madinah, kota tersuci kedua dalam Islam, baik sebelum maupun sesudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji mereka untuk tujuan spiritual dan historis.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB