Kebocoran tanki kimia di California, Amerika Serikat (Foto: AP)
California, Jurnas.com - Puluhan ribu warga diperintahkan untuk segera meninggalkan rumah mereka di California pada Jumat (22/5) kemarin, setelah sebuah tangki kimia berukuran besar mulai mengalami kebocoran. Insiden ini menyebarkan asap beracun ke kawasan padat penduduk serta menimbulkan risiko ledakan yang sangat tinggi.
Tangki tersebut dilaporkan berisi 7.000 galon metil metakrilat, sejenis cairan yang sangat mudah menguap dan terbakar yang biasa digunakan dalam pembuatan plastik.
Dikutip dari AFP pada Sabtu (23/5), petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi kejadian memberikan peringatan serius mengenai kondisi darurat yang sedang dihadapi oleh tim penyelamat.
"Harfiahnya hanya ada dua pilihan tersisa. Pertama, tangki tersebut gagal dan menumpahkan total sekitar 6.000 hingga 7.000 galon bahan kimia yang sangat buruk ke area parkir di wilayah tersebut," kata petugas Craig Covey.
"Atau kedua, tangki tersebut mengalami reaksi termal tak terkendali (thermal runaway) dan meledak, hingga berdampak pada tangki-tangki di sekitarnya yang juga berisi bahan bakar atau bahan kimia. Kami mengatur evakuasi ini sebagai persiapan untuk kedua opsi tersebut," dia menambahkan.
Insiden berbahaya ini terjadi di kawasan Garden Grove, Orange County, wilayah tenggara Los Angeles. Kepala Kepolisian Garden Grove, Amir El-Farra, menyatakan bahwa perintah evakuasi tersebut berdampak pada sekitar 40,000 warga, meskipun beberapa ribu di antaranya dilaporkan sempat menolak untuk meninggalkan rumah mereka.
Melalui rekaman udara stasiun televisi lokal, petugas tampak terus menyemprotkan air ke arah tangki berkapasitas total 34.000 galon tersebut, dan Covey kemudian mengonfirmasi bahwa upaya pendinginan itu berhasil menurunkan suhu tangki mendekati batas amannya di angka 61 derajat Fahrenheit.
Petugas kesehatan Orange County, Regina Chinsio Kwong, menegaskan bahwa penetapan zona eksklusi yang luas di sekitar tangki merupakan langkah pencegahan yang wajib dipatuhi warga demi keselamatan dari paparan uap jika ledakan benar-benar terjadi.
Hingga Jumat malam tidak ada laporan korban luka, dan petugas terus memasang penghalang guna mencegah tumpahan kimia mencapai saluran air hujan atau muara sungai yang menuju ke lautan.
Berdasarkan data Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), zat metil metakrilat dapat memicu iritasi parah pada kulit, mata, dan selaput lendir manusia, serta dapat menimbulkan efek gangguan pernapasan hingga gejala neurologis baik pada paparan jangka pendek maupun jangka panjang.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB