Serangan udara Israel di Lebanon Selatan (Foto: AFP)
Beirut, Jurnas.com - Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon selatan dan menewaskan dua orang, yang disebut bergerak dengan cara yang mencurigakan di area pertempuran dengan Hizbullah.
Pasukan Israel dan kelompok yang didukung Iran tersebut dilaporkan masih rutin terlibat baku tembak di wilayah selatan, meskipun otoritas Israel dan Lebanon baru saja memperpanjang masa gencatan senjata mereka pada pekan lalu.
Dikutip dari AFP pada Jumat (22/5), pihak militer Israel memberikan konfirmasi resmi mengenai operasi udara tersebut melalui saluran komunikasi mereka.
"Beberapa waktu lalu, pengawasan IDF mengidentifikasi dua orang bersenjata yang bergerak dengan cara mencurigakan beberapa ratus meter dari wilayah Israel, di Lebanon selatan," tulis militer Israel.
"Setelah identifikasi dan pemantauan terus-menerus oleh IDF, individu bersenjata tersebut diserang dan dilenyapkan dalam sebuah serangan udara," militer Israel menambahkan.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 17 April, Israel terus meluncurkan serangan, melakukan pembongkaran, dan mengeluarkan perintah evakuasi di Lebanon selatan dengan alasan menargetkan Hizbullah yang juga tetap melanjutkan serangan.
Konflik ini memanas setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel pada 2 Maret sebagai aksi balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, yang kemudian direspons Israel dengan serangan udara masif dan invasi darat. Israel mereka kini beroperasi di dalam koridor garis kuning sejauh 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sehari sebelumnya bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 3.089 orang sejak perang regional yang lebih luas dimulai, sementara militer Israel melaporkan kehilangan 22 personelnya.
Pada pekan lalu, gencatan senjata sementara yang rapuh tersebut akhirnya diperpanjang selama 45 hari setelah melalui putaran ketiga pembicaraan langsung antara perwakilan Lebanon dan Israel di Washington, sebuah proses negosiasi yang ditentang keras oleh pihak Hizbullah.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB
Jum'at, 22/05/2026 11:33 WIB