https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menlu AS Tawarkan US$100 Juta ke Kuba, Syaratnya Ganti Rezim

Mutiul Alim | Kamis, 14/05/2026 19:15 WIB



Washington secara resmi memperbarui tawaran bantuan sebesar $100 juta (sekitar Rp1,7 triliun), dengan syarat pemerintah Kuba bersedia bekerja sama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (Foto via REUTERS)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menilai kepemimpinan Kuba harus berubah di tengah krisis ekonomi dan energi hebat yang melanda negara komunis tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Rubio saat mendampingi Presiden Donald Trump dalam perjalanan menuju China pada Rabu (13/5) kemarin. Washington secara resmi memperbarui tawaran bantuan sebesar $100 juta (sekitar Rp1,7 triliun), dengan syarat pemerintah Kuba bersedia bekerja sama dan mengizinkan bantuan masuk tanpa hambatan dari rezim.

Kuba saat ini sedang mengalami gejolak ekonomi yang sangat parah, ditandai dengan pemadaman listrik massal yang membuat 65 persen wilayah negara tersebut gelap gulita pada Selasa lalu.

Baca juga :
Menlu AS Klaim Berbaikan dengan Vatikan, Pengamat Ungkap Sebaliknya

Sementara para pemimpin Kuba menuding sanksi AS sebagai penyebab utama, Rubio yang merupakan politisi keturunan Kuba-Amerika justru menyalahkan sistem pemerintahan warisan Fidel Castro dan korupsi di tubuh militer sebagai akar masalah.

"Ini adalah ekonomi yang rusak, tidak berfungsi, dan mustahil untuk diubah. Saya berharap situasinya berbeda, tapi saya tidak yakin lintasan Kuba bisa berubah selama orang-orang ini masih memimpin rezim tersebut," ujar Rubio kepada Fox News, sebagaimana dikutip dari AFP pada Kamis (14/5).

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa paket bantuan senilai $100 juta tersebut mencakup bantuan kemanusiaan langsung serta pendanaan untuk akses internet cepat dan bebas. Langkah terakhir ini diduga bertujuan untuk membantu kelompok pembangkang di Kuba yang selama ini akses medianya dibatasi oleh negara.

Namun, Havana melalui Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez membantah telah menolak tawaran tersebut dan justru menyebut klaim Rubio sebagai kebohongan. Rodriguez menduga bantuan itu hanya tipu muslihat untuk membatasi kemerdekaan Kuba dan mendesak AS untuk mencabut blokade bahan bakar.

Situasi di Kuba kian memanas setelah pasokan bahan bakar mereka merosot drastis sejak tergulingnya pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari lalu oleh pasukan AS.

Venezuela sebelumnya merupakan pemasok utama sekitar setengah kebutuhan bahan bakar Kuba. Sejak jatuhnya Maduro, dilaporkan hanya satu kapal tanker minyak dari Rusia yang berhasil mencapai pulau tersebut.

Kondisi ini memicu aksi protes langka di berbagai lingkungan di Havana, seperti San Miguel del Padron dan Playa. Warga turun ke jalan memukul panci dan menuntut listrik segera dinyalakan.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengakui ketegangan yang terjadi namun tetap menyalahkan blokade energi yang dilakukan Amerika Serikat sebagai penyebab tunggal penderitaan rakyatnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Krisis Kuba 2026 Menlu AS Marco Rubio Bantuan Kemanusiaan AS Rezim Kuba

Terpopuler

Senin, 11/05/2026 05:05 WIB
Humanika

11 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Selasa, 12/05/2026 15:12 WIB
News

Komisi X DPR Siapkan Langkah Selamatkan Guru Non-ASN

Senin, 11/05/2026 09:22 WIB
News

Komisi IV: Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777