Pemimpin Spiritual Katolik, Paus Leo (Foto: Reuters)
Vatican City, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengklaim bahwa pertemuannya dengan Pemimpin Spiritual Katolik, Paus Leo XIV, pada Kamis (7/5) kemarin berlangsung sangat positif.
Namun, sejumlah analis menilai pernyataan resmi Vatikan setelah pertemuan tersebut justru menyiratkan adanya ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan Takhta Suci.
Dalam pernyataannya, Vatikan menyebutkan bahwa kedua pemimpin telah "memperbaharui komitmen bersama untuk membina hubungan bilateral yang baik." Fokus pada kebutuhan untuk membangun kembali hubungan ini dianggap oleh para ahli sebagai pengakuan tersirat bahwa hubungan kedua negara saat ini sedang tidak harmonis.
“Pernyataan Vatikan menunjukkan bahwa tidak ada kesepakatan substantif yang dicapai,” kata Kenneth Hackett, mantan Duta Besar AS untuk Vatikan dikutip dari Reuters pada Jumat (8/5).
Ketegangan ini dipicu oleh kritik tajam Paus Leo terhadap perang AS-Israel melawan Iran serta kebijakan anti-imigrasi garis keras pemerintahan Trump.
Presiden Trump meluncurkan serangkaian serangan publik terhadap Paus Leo dalam beberapa pekan terakhir, yang memicu reaksi keras dari para pemimpin Kristen di berbagai spektrum politik.
“Pernyataan tersebut memperjelas bahwa, saat ini, ada pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar mantan diplomat AS Peter Martin.
Selain isu hubungan bilateral, Rubio mengungkapkan bahwa AS siap memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Kuba, namun menuduh pemerintah Kuba menolak distribusi bantuan tersebut.
Meskipun Rubio menyebutkan melalui media sosial bahwa mereka membahas kebebasan beragama, pernyataan resmi Vatikan sama sekali tidak menyebutkan topik tersebut maupun masalah di Timur Tengah.
Langkah Vatikan yang mengungkapkan isi diskusi pertemuan kepausan ini dianggap sangat tidak biasa dan jarang terjadi dalam dunia diplomasi Takhta Suci. Spesialis Vatikan, Austen Ivereigh, menilai bahwa keterbukaan ini dilakukan Vatikan untuk mengantisipasi klaim sepihak dari pihak Gedung Putih.
“Vatikan harus mengeluarkan pernyataan mengingat besarnya minat media dan sebagai antisipasi terhadap segala bentuk penggiringan opini (spin) dari Gedung Putih,” kata Austen Ivereigh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hubungan AS dan Vatikan Paus Leo Menlu AS Marco Rubio



























