Kanselir Jerman, Friedrich Merz (Foto: Reuters)
Berlin, Jurnas.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan perombakan total terhadap sistem anggaran Uni Eropa yang dia anggap sudah usang. Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada upacara penghargaan Charlemagne Prize di Aachen, pada Kamis (14/5).
Merz mendesak agar anggaran periode 2028-2034 diprioritaskan untuk sektor pertahanan dan peningkatan daya saing blok tersebut. Langkah ini menandai dimulainya perdebatan sengit mengenai alokasi dana Uni Eropa, ketika tuntutan keamanan mulai menggeser pos anggaran tradisional seperti subsidi pertanian dan bantuan pembangunan regional.
Pernyataan Merz ini muncul sebagai respons terhadap peringatan keras dari mantan Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi, mengenai memudarnya daya saing Eropa di kancah global.
Merz menekankan bahwa Eropa yang berdaulat membutuhkan anggaran yang tahan terhadap krisis dengan struktur yang lebih ramping. Menurut dia, fokus dana harus diarahkan pada kebijakan-kebijakan yang benar-benar berskala Eropa karena keterbatasan sumber daya yang ada saat ini.
"Kita tidak bisa menghadapi tantangan abad ke-21 dengan anggaran abad ke-20. Modernisasi fundamental sangatlah penting. Terlebih lagi, kenyataannya adalah utang yang berlebihan mengancam kedaulatan dan membatasi kemampuan kita untuk bertindak," ujar Friedrich Merz dikutip dari Reuters.
Merz juga secara tegas menolak usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai pinjaman bersama (utang kolektif) Uni Eropa untuk menandingi kekuatan ekonomi AS dan China. Dia menyatakan bahwa Jerman menolak gagasan tersebut, terutama karena hambatan konstitusional.
Kanselir Jerman itu sekaligus mengkritik kondisi saat ini ketika lebih dari dua pertiga anggaran Uni Eropa masih digunakan untuk subsidi, sementara beberapa negara justru menghabiskan lebih banyak uang untuk membayar utang daripada untuk pertahanan.
Ketegangan ini diperkirakan akan memuncak saat pembicaraan formal dimulai, mengingat Parlemen Eropa pada April lalu telah memberikan suara untuk menaikkan anggaran melampaui usulan Komisi Eropa.
Sementara itu, negara-negara anggota seperti Jerman tetap enggan untuk membayar iuran lebih banyak ke kas blok tersebut. Merz mengingatkan bahwa prioritas investasi pada daya saing dan pertahanan adalah satu-satunya jalan agar Uni Eropa tetap relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Kamis, 14/05/2026 20:18 WIB