https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kanselir Jerman Desak Perombakan Anggaran Uni Eropa demi Pertahanan

Mutiul Alim | Kamis, 14/05/2026 20:05 WIB



Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan perombakan total terhadap sistem anggaran Uni Eropa yang dia anggap sudah usang. Kanselir Jerman, Friedrich Merz (Foto: Reuters)

Berlin, Jurnas.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan perombakan total terhadap sistem anggaran Uni Eropa yang dia anggap sudah usang. Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada upacara penghargaan Charlemagne Prize di Aachen, pada Kamis (14/5).

Merz mendesak agar anggaran periode 2028-2034 diprioritaskan untuk sektor pertahanan dan peningkatan daya saing blok tersebut. Langkah ini menandai dimulainya perdebatan sengit mengenai alokasi dana Uni Eropa, ketika tuntutan keamanan mulai menggeser pos anggaran tradisional seperti subsidi pertanian dan bantuan pembangunan regional.

Pernyataan Merz ini muncul sebagai respons terhadap peringatan keras dari mantan Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi, mengenai memudarnya daya saing Eropa di kancah global.

Baca juga :
Jerman Sebut Siap Bantu Buka Kembali Selat Hormuz

Merz menekankan bahwa Eropa yang berdaulat membutuhkan anggaran yang tahan terhadap krisis dengan struktur yang lebih ramping. Menurut dia, fokus dana harus diarahkan pada kebijakan-kebijakan yang benar-benar berskala Eropa karena keterbatasan sumber daya yang ada saat ini.

"Kita tidak bisa menghadapi tantangan abad ke-21 dengan anggaran abad ke-20. Modernisasi fundamental sangatlah penting. Terlebih lagi, kenyataannya adalah utang yang berlebihan mengancam kedaulatan dan membatasi kemampuan kita untuk bertindak," ujar Friedrich Merz dikutip dari Reuters.

Baca juga :
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Imbas Kritikan Friedrich Marz

Merz juga secara tegas menolak usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai pinjaman bersama (utang kolektif) Uni Eropa untuk menandingi kekuatan ekonomi AS dan China. Dia menyatakan bahwa Jerman menolak gagasan tersebut, terutama karena hambatan konstitusional.

Kanselir Jerman itu sekaligus mengkritik kondisi saat ini ketika lebih dari dua pertiga anggaran Uni Eropa masih digunakan untuk subsidi, sementara beberapa negara justru menghabiskan lebih banyak uang untuk membayar utang daripada untuk pertahanan.

Baca juga :
Jerman Kucurkan Subsidi BBM Rp32 Triliun selama Perang Iran

Ketegangan ini diperkirakan akan memuncak saat pembicaraan formal dimulai, mengingat Parlemen Eropa pada April lalu telah memberikan suara untuk menaikkan anggaran melampaui usulan Komisi Eropa.

Sementara itu, negara-negara anggota seperti Jerman tetap enggan untuk membayar iuran lebih banyak ke kas blok tersebut. Merz mengingatkan bahwa prioritas investasi pada daya saing dan pertahanan adalah satu-satunya jalan agar Uni Eropa tetap relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Anggaran Uni Eropa Friedrich Merz Kanselir Jerman

Terpopuler

Selasa, 12/05/2026 15:12 WIB
News

Komisi X DPR Siapkan Langkah Selamatkan Guru Non-ASN

Senin, 11/05/2026 05:05 WIB
Humanika

11 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Senin, 11/05/2026 09:22 WIB
News

Komisi IV: Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777