Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon Selatan (Foto: Reuters)
Beirut, Jurnas.com - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Rabu (13/5) mengatakan bahwa serangkaian insiden drone di dekat dan di dalam posisinya di Lebanon selatan telah membahayakan para penjaga perdamaian serta merusak fasilitas PBB.
UNIFIL dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa beberapa drone yang diduga milik Hizbullah meledak pada Senin (11/5) dan Selasa (12/5) di dekat markas besarnya di bagian selatan Naqoura, tempat di mana tentara Israel kemungkinan berada.
Menurut pernyataan tersebut, tiga drone meledak pada Senin antara pukul 17.00 dan 17.30 waktu setempat dalam jarak beberapa meter dari markas besar, disusul oleh ledakan drone lainnya di area yang sama pada Selasa sekitar pukul 17.20.
Beberapa menit kemudian, sebuah drone lainnya meledak di dalam markas besar, menyebabkan kerusakan di beberapa gedung. Tidak dilaporkan adanya korban luka.
UNIFIL menyatakan semakin prihatin terhadap aktivitas anggota Hizbullah dan tentara Israel di dekat pos-pos PBB.
Selain itu, UNIFIL telah melayangkan protes terhadap keberadaan dan pergerakan pasukan serta kendaraan Israel di dekat markas besarnya, begitu pula terhadap aktivitas aktor non-negara di dekat pos-pos PBB.