Industri petrokimia Arab Saudi terbakar (Foto: Straits Times)
Islamabad, Jurnas.com - Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan bahwa negaranya telah memperingatkan semua pihak yang terlibat dalam konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, bahwa Arab Saudi merupakan wilayah terlarang.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen keamanan Islamabad terhadap Kerajaan Saudi berdasarkan pakta pertahanan bersama yang ditandatangani tahun lalu.
Komentar Dar muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul konfrontasi berbulan-bulan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik Timur Tengah yang lebih luas.
“Kami memberi tahu pihak-pihak yang terlibat (dalam konflik AS-Iran) bahwa, `Tolong, Arab Saudi adalah wilayah terlarang bagi kami. Bahwa siapapun tidak boleh sekalipun melirik dengan niat buruk ke arah sana`,” ujar Ishaq Dar dalam Konferensi Internasional Paigham-e-Islam ke-6 di Islamabad, dikutip dari Arab News pada Kamis (7/5).
Pakistan dan Saudi menandatangani perjanjian pertahanan bersama strategis pada September 2025 yang meresmikan kerja sama militer dan keamanan selama puluhan tahun.
Pakta tersebut menyatakan bahwa agresi terhadap satu negara akan diperlakukan sebagai serangan terhadap keduanya. Dar mencatat bahwa personel militer Pakistan, termasuk kontingen angkatan udara, saat ini sudah ditempatkan di Kerajaan untuk mendukung pengaturan pencegahan bersama tersebut.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang juga berpidato dalam konferensi tersebut, menegaskan bahwa perlindungan situs suci di Arab Saudi adalah prioritas utama bagi rakyat Pakistan.
“Perlindungan, pertahanan, dan keamanan tanah suci Dua Masjid Suci sangatlah penting dan lebih berharga bagi kami daripada nyawa kami sendiri,” kata Shehbaz Sharif.
Selain komitmen pertahanan, Sharif juga memuji Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas perannya dalam mendukung upaya diplomatik guna meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Pakistan sendiri dalam beberapa bulan terakhir memposisikan diri sebagai mediator diplomasi regional dengan menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad pada bulan April lalu, setelah puluhan tahun kedua belah pihak tidak melakukan negosiasi formal tatap muka.
Kamis, 07/05/2026 18:50 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB