Pesawat AirAsia (Foto: Doknet)
Montreal, Jurnas.com - Salah satu pendiri AirAsia X, Tony Fernandes, menyampaikan rencananya untuk meluncurkan maskapai baru dalam satu atau dua bulan ke depan.
Meski industri penerbangan saat ini tengah diguncang oleh tingginya harga minyak dunia, pengusaha berusia 62 tahun tersebut memilih untuk bertaruh pada ekspansi, yang dia yakini akan membuahkan hasil di masa depan.
Dalam sebuah wawancara video yang dikutip dari Bloomberg pada Kamis (7/5), Fernandes menjelaskan bahwa grup maskapai bertarif rendah asal Asia Tenggara tersebut sedang memindahkan beberapa pesawat untuk bisnis baru yang sedang dirintisnya.
Langkah berani ini menyusul pesanan bernilai miliaran dolar untuk 150 pesawat Airbus A220, yang disebut-sebut sebagai pembelian pesawat komersial buatan Kanada terbesar sepanjang sejarah.
“Mengapa menyia-nyiakan krisis? Ada peluang dalam krisis. Kami tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di Timur Tengah, namun kami harus berpandangan bahwa hal itu tidak akan berlangsung selama dua tahun,” kata Tony.
Keputusan AirAsia tidak melakukan lindung nilai (hedging) terhadap biaya bahan bakar telah menyebabkan saham perusahaan merosot sekitar 35 persen sejak perang Iran dimulai.
Meski menjadi salah satu performa terburuk dalam indeks Bloomberg World Airlines, Fernandes tetap teguh pada pendiriannya dan memprediksi harga minyak pada akhirnya akan turun. Dia menilai bahwa dalam jangka panjang, lindung nilai jarang memberikan keuntungan yang nyata bagi perusahaan.
Untuk mendanai rencana ekspansi besar-besaran ini, AirAsia tengah bersiap menjual obligasi senilai hingga 600 juta dolar AS dan sedang bernegosiasi dengan sejumlah bank Malaysia untuk pinjaman pembiayaan kembali, guna menekan biaya bunga. Fernandes juga berencana menemui dana pensiun Kanada guna menarik investor baru ke perusahaannya.
Meskipun optimistis terhadap masa depan, Fernandes mengakui adanya tantangan jangka pendek. Dia menyatakan bahwa perusahaan kemungkinan tidak akan mencapai target laba awal, meskipun pendapatan tahun ini diperkirakan akan tetap sesuai prediksi.
Selain rencana ekspansi ke Vietnam, AirAsia juga telah mengumumkan peluncuran penerbangan dari Bahrain dengan ambisi membentuk unit lokal yang berbasis di negara teluk tersebut.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB