https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Putra Negosiator Hamas Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza

Mutiul Alim | Kamis, 07/05/2026 18:03 WIB



Seorang putra dari negosiator utama Hamas dalam perundingan yang dimediasi Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel. Militan Hamas berjaga-jaga selama serah terima sandera yang telah meninggal, di Jalur Gaza selatan, Februari 2025. REUTERS

Kairo, Jurnas.com - Seorang putra dari negosiator utama Hamas dalam perundingan yang dimediasi Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel.

Azzam Al-Hayya, putra dari Khalil Al-Hayya, mengembuskan napas terakhir pada hari Kamis (7/5) setelah mengalami luka parah akibat serangan yang terjadi pada Rabu malam. Kabar

duka ini dikonfirmasi oleh pejabat senior Hamas, Basim Naim, di tengah upaya para pemimpin kelompok tersebut melakukan pembicaraan di Kairo guna menjaga gencatan senjata yang kian rapuh.

Baca juga :
Penyiksaan Berlanjut, Israel Perpanjang Penahanan Dua Aktivis Gaza

Azzam merupakan putra keempat Khalil Al-Hayya yang tewas dalam rangkaian serangan Israel selama bertahun-tahun. Khalil Al-Hayya yang memiliki tujuh anak, tercatat telah berulang kali selamat dari upaya pembunuhan oleh militer Israel.

Serangkaian serangan termasuk di Doha tahun lalu serta serangan di Gaza pada 2008 dan 2014 yang merenggut nyawa dua putranya yang lain. Menanggapi eskalasi kekerasan ini, Khalil Al-Hayya menuduh Israel sengaja merusak upaya mediasi internasional.

Baca juga :
Bengis! Israel Tutup Akses Air untuk Hukum Rakyat Gaza

"Serangan dan pelanggaran Zionis ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendudukan tidak ingin mematuhi gencatan senjata atau tahap pertama,” ujar Khalil Al-Hayya dalam wawancara dengan Al Jazeera, dikutip dari Arab News.

Kekerasan terbaru terjadi saat Hamas dan faksi Palestina lainnya sedang bertemu dengan utusan khusus `Board of Peace` pimpinan Nickolay Mladenov, untuk membahas kelanjutan rencana perdamaian Gaza yang diusung Presiden AS Donald Trump.

Baca juga :
Ibu Hamil dan Dua Anak Kembarnya Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Rencana perdamaian Trump, yang disepakati secara prinsip pada Oktober lalu, mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan dimulainya rekonstruksi wilayah tersebut dengan syarat Hamas meletakkan senjata.

Namun, poin pelucutan senjata Hamas menjadi hambatan utama dalam perundingan. Hamas menegaskan kepada mediator bahwa mereka tidak akan membahas tahap kedua sebelum Israel menyelesaikan kewajiban dari tahap pertama, termasuk penghentian total seluruh serangan militer.

Meski gencatan senjata telah berlaku secara teknis, data medis lokal mencatat sedikitnya 830 warga Palestina tewas dalam berbagai insiden sejak kesepakatan tersebut dimulai.

Di sisi lain, militer Israel berdalih bahwa serangan udara yang mereka lancarkan bertujuan untuk menggagalkan upaya militan Palestina yang mencoba menyerang pasukan mereka.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Konflik Gaza Negosiator Hamas Serangan Udara Israel Israel vs Palestina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777