https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ratusan Eks Diplomat hingga Menteri Desak Uni Eropa Lawan Israel

Mutiul Alim | Rabu, 06/05/2026 23:12 WIB



Lebih dari 400 mantan diplomat, menteri, dan pejabat senior pada hari Rabu mendesak Uni Eropa segera bertindak melawan pembangunan pemukiman ilegal Israel Pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina (Foto: AFP)

Paris, Jurnas.com - Lebih dari 400 mantan diplomat, menteri, dan pejabat senior pada hari Rabu mendesak Uni Eropa segera bertindak melawan pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina.

Surat terbuka tersebut muncul di tengah rencana Israel untuk melanjutkan proyek konstruksi E1, sebuah skema pembangunan baru yang mencakup area seluas 12 kilometer persegi dengan sekitar 3.400 unit rumah.

Dikutip dari AFP pada Rabu (6/5), langkah ini dikhawatirkan akan semakin memisahkan Yerusalem Timur yang dihuni mayoritas warga Palestina dari wilayah Tepi Barat lainnya.

Baca juga :
Spanyol Desak Uni Eropa Tangguhkan Kerja Sama dengan Israel

"Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, bersama dengan para mitra, harus mengambil tindakan segera untuk mencegah Israel memajukan aneksasi ilegal atas tanah Palestina di Tepi Barat,” demikian bunyi surat pernyataan tersebut.

Surat ini ditandatangani oleh lebih dari 440 tokoh, termasuk mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan mantan perdana menteri Belgia Guy Verhofstadt.

Baca juga :
Tolak Biaya Tambahan, Uni Eropa Serukan Akses Bebas di Selat Hormuz

Para pembuat petisi juga menyerukan adanya sanksi yang ditargetkan, seperti larangan visa dan pembatasan bisnis bagi siapapun yang terlibat dalam aktivitas pemukiman ilegal, terutama mereka yang mempromosikan atau mengimplementasikan skema E1.

Dalam surat diungkapkan bahwa pemerintah Israel berencana untuk mempublikasikan tender awal pada 1 Juni mendatang, untuk pembangunan perumahan bagi hingga 15.000 pemukim ilegal.

Baca juga :
Geopolitik Memanas, Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus

Rencana ini telah menuai kecaman luas dari para pemimpin internasional, bahkan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa proyek tersebut akan menimbulkan ancaman eksistensial terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat secara geografis.

Saat ini, di luar Yerusalem Timur, terdapat lebih dari 500.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman ilegal menurut hukum internasional di antara sekitar tiga juta warga Palestina. Berdasarkan laporan PBB, ekspansi pemukiman Israel pada tahun 2025 telah mencapai level tertinggi sejak tahun 2017.

Para pejabat Palestina dan PBB juga mencatat adanya lonjakan serangan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang Iran pada 28 Februari lalu, yang semakin memperkeruh situasi di wilayah yang telah diduduki Israel sejak tahun 1967 tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemukiman Ilegal Tepi Barat Palestina Uni Eropa

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777