https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

Samrut Lellolsima | Rabu, 29/04/2026 19:34 WIB



Kalau setiap kecelakaan langsung direspons dengan tuntutan mundur terhadap Dirut, itu bukan solusi. Justru berpotensi menjadi politisasi atas musibah. Dirut KAI, Bobby Rasyidin. (Foto: Dok. NNC)

Jakarta, Jurnas.com – Desakan agar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), Bobby Rasyidin, mundur dari jabatannya terus menguat pasca tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menjadi salah satu pihak yang menyuarakan tuntutan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang menimbulkan korban jiwa.

Baca juga :
BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

Namun, pengamat hukum dan politik Muslim Arbi mengingatkan agar desakan itu tidak disampaikan secara terburu-buru tanpa dasar objektif dan hasil investigasi yang jelas.

Menurutnya, dalam tata kelola BUMN, evaluasi terhadap pimpinan harus dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya bertumpu pada satu peristiwa.

Baca juga :
Anggota DPR: Penanganan Korban KRL Bekasi Harus Jadi Prioritas Utama

“Permintaan mundur terhadap Dirut KAI harus didasarkan pada evaluasi objektif, bukan tekanan politik atau asumsi sesaat. Jangan sampai ada agenda lain di balik desakan tersebut,” ujar Muslim Arbi, Rabu (29/4).

Ia menilai, tanggung jawab dalam kecelakaan transportasi bersifat kompleks karena melibatkan berbagai aspek, mulai dari faktor teknis, operasional, sistem keselamatan hingga pengawasan internal.

Baca juga :
Gerindra Dorong Pencabutan Izin Taksi Hijau Usai Insiden Bekasi Timur

Karena itu, lanjutnya, tidak tepat jika seluruh beban langsung diarahkan kepada pucuk pimpinan tanpa melihat akar persoalan secara menyeluruh.

“Kalau setiap kecelakaan langsung direspons dengan tuntutan mundur terhadap Dirut, itu bukan solusi. Justru berpotensi menjadi politisasi atas musibah,” katanya.

Muslim juga mengungkap adanya indikasi kepentingan tertentu yang perlu dicermati publik. Ia mengaku menangkap sinyal dugaan permintaan proyek di lingkungan KAI yang beriringan dengan tekanan politik terhadap direksi.

“Saya menduga ada kepentingan lain. Bahkan ada sinyal dugaan permintaan proyek di tubuh KAI. Ini harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan dan tidak dapat dianggap sebagai tuduhan tanpa pembuktian.

Di sisi lain, Muslim menilai kinerja KAI di bawah kepemimpinan Bobby Rasyidin menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peningkatan layanan publik dan kinerja keuangan.

Transformasi KAI, kata dia, mencakup digitalisasi layanan, peningkatan ketepatan waktu, modernisasi stasiun, serta peningkatan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp16,83 triliun.

“Capaian itu nyata dan dirasakan publik. Jangan diabaikan hanya karena tekanan politik sesaat,” ucapnya.

Muslim menekankan pentingnya investigasi menyeluruh dan independen untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Ia meminta pemerintah memastikan proses tersebut berjalan transparan.

Menurutnya, jika ditemukan kesalahan sistemik, maka pembenahan harus difokuskan pada sistem. Sementara jika terdapat kelalaian individu, penanganannya harus sesuai ketentuan hukum.

“Kita semua berduka. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Tapi penyelesaian harus berbasis fakta, bukan opini,” pungkasnya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dirut KAI Bobby Rasyidin desakan mundur kecelakaan kereta Bekasi Timur

Terkini | Rabu, 29/04/2026 21:18 WIB

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

News

Anggota DPR: Penanganan Korban KRL Bekasi Harus Jadi Prioritas Utama

News

Wamendikdasmen Pastikan Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar yang Nyaman

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777