https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Israel Sebut Operasi Militer terhadap Hizbullah Belum Selesai

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 18/04/2026 04:01 WIB



Menhan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa operasi militer melawan kelompok militan Hizbullah belum selesai. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (Foto via REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz mengatakan bahwa operasi militer melawan kelompok militan Hizbullah belum selesai.

Hal ini disampaikan oleh Katz beberapa jam usai pemberlakuan 10 hari gencatan senjata diberlakukan di Lebanon.

Katz memperingatkan bahwa jika pertempuran kembali terjadi, warga yang mengungsi dan kembali ke wilayah selatan negara yang dilanda perang harus mengungsi lagi.

Baca juga :
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil

“Manuver darat ke Lebanon dan serangan terhadap Hizbullah telah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih belum selesai,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz dikutip dari Arabnews, Sabtu (18/4).

Ia menambahkan bahwa masih ada sejumlah wilayah di bagian selatan yang belum sepenuhnya bersih dari milisi Hizbullah. Hal ini, menurutnya, harus segera dituntaskan dengan cara apa pun.

Baca juga :
Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza

"Wilayah di antara zona keamanan dan garis Sungai Litani, yang saat ini berada di bawah kendali kami, belum sepenuhnya dibersihkan dari teroris dan senjata," tegas Katz.

"Langkah ini harus dilakukan, baik melalui jalur diplomatik maupun melalui kelanjutan operasi IDF (militer Israel) setelah gencatan senjata berakhir."

Baca juga :
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari

Seiring berlakunya gencatan senjata pada tengah malam (21.00 GMT), ribuan warga sipil Lebanon yang mengungsi mulai bergerak ke arah selatan dengan harapan dapat kembali ke rumah mereka.

Namun, Katz memperingatkan bahwa pecahnya pertempuran baru bisa memaksa mereka untuk kembali mengungsi.

"Jika pertempuran berlanjut, penduduk yang kembali ke zona keamanan harus dievakuasi agar misi dapat diselesaikan," ujarnya.

Berdasarkan rincian gencatan senjata yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS, Israel tetap memiliki hak untuk terus menargetkan Hizbullah guna mencegah "serangan yang direncanakan, mengancam, maupun yang sedang berlangsung."

Israel, yang pasukannya masih menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, juga menyatakan akan mempertahankan zona keamanan sejauh 10 kilometer (enam mil) yang telah mereka bangun di sepanjang perbatasan.

"Zona keamanan tersebut telah dibersihkan dari milisi dan senjata, serta dikosongkan dari penduduk. Kami akan terus membersihkan infrastruktur teroris di sana, termasuk menghancurkan rumah-rumah di desa-desa garis depan yang secara efektif telah menjadi pos terdepan teroris," kata Katz.

Rincian gencatan senjata tersebut juga menetapkan bahwa Lebanon, "dengan dukungan internasional... akan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencegah Hizbullah" melakukan serangan apa pun terhadap target-target Israel.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menhan Israel Israel Katz Hizbullah Lebanon Gencatan Senjata

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777