https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 17/04/2026 14:01 WIB



Dua pesepak bola wanita asal Iran menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia atas pemberian visa perlindungan selama perang Iran. Pemain Iran Fatemeh Pasandideh memberi hormat saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Piala Asia Wanita AFC 2026 (Foto: Dave Hunt/EPA)

Jakarta, Jurnas.com - Dua pesepak bola wanita asal Iran, Fatemeh Pasandideh dan Atefeh Ramezanisadeh, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia atas pemberian visa perlindungan bagi mereka.

Keduanya kini bersiap melanjutkan karier sepak bola profesionalnya setelah memutuskan untuk mencari perlindungan di tengah situasi politik yang memanas di tanah airnya.

Dalam pernyataan publik pertama mereka, kedua pemain tersebut mengaku bahwa dukungan dari pemerintah Australia telah memberikan harapan baru. Mereka kini dapat membayangkan masa depan di mana mereka bisa hidup dan bertanding dalam kondisi aman.

Baca juga :
Iran Sebut Blokade AS Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata

"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pemerintah Australia, khususnya Menteri Dalam Negeri Tony Burke, karena telah memberikan perlindungan kemanusiaan dan tempat tinggal yang aman di negara yang indah ini," tulis pernyataan bersama tersebut.

Langkah ini bermula saat Australia awalnya memberikan visa kemanusiaan kepada enam pemain dan satu staf pendukung tim nasional Iran.

Baca juga :
Trump Klaim China Dukung Pembukaan Blokade Selat Hormuz

Tawaran ini muncul setelah kampanye Piala Asia mereka di Australia bertepatan dengan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Namun, dari rombongan tersebut, lima orang di antaranya akhirnya berubah pikiran dan memilih kembali ke Iran. Hal ini menyisakan hanya Pasandideh dan Ramezanisadeh yang tetap bertahan di Australia.

Baca juga :
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

Saat ini, kedua atlet elite tersebut dilaporkan telah memulai sesi latihan bersama tim liga utama wanita Australia (A-League Women), Brisbane Roar, sejak bulan lalu.

"Pada tahap ini, fokus utama kami adalah keselamatan, kesehatan, dan memulai proses membangun kembali kehidupan kami," ujar mereka. "Kami adalah atlet elite, dan tetap menjadi impian kami untuk melanjutkan karier olahraga kami di sini, di Australia."

Kekhawatiran akan keselamatan para pemain ini mencuat setelah beberapa dari mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan Iran saat laga Piala Asia.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari stasiun TV negara Iran yang melabeli mereka sebagai "pengkhianat waktu perang".

Sementara itu, anggota tim nasional Iran lainnya telah tiba kembali di Teheran bulan lalu melalui perbatasan Turki setelah menempuh perjalanan pulang yang penuh ketegangan dari Australia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pesepak Bola Iran Visa Perlindungan Perang Iran Fatemeh Pasandideh Atefeh Ramezanisadeh

Terpopuler

Minggu, 19/04/2026 07:41 WIB
Gaya Hidup

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat

Kamis, 16/04/2026 14:01 WIB
Gaya Hidup

16 Ucapan HUT Kopassus 2026 yang Penuh Makna

Kamis, 16/04/2026 19:55 WIB
Gaya Hidup

Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Diluncurkan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777