Logo Walt Disney (Foto: Reuters)
California, Jurnas.com - Walt Disney Company memangkas 1.000 karyawan, seiring CEO baru Josh D`Amaro mulai menerapkan perubahan organisasi di perusahaan hiburan itu.
Meski pemangkasan berlaku di seluruh perusahaan, dampaknya paling besar dirasakan oleh departemen pemasaran yang sedang dikonsolidasikan di bawah Asad Ayaz, yang ditunjuk sebagai kepala pemasaran dan brand officer pada Januari lalu.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk merampingkan operasional di berbagai bagian perusahaan guna memastikan kami menghadirkan kreativitas dan inovasi berkelas dunia yang dihargai dan diharapkan oleh para penggemar Disney," kata D`Amaro dalam memo kepada karyawan dikutip dari Bloomberg pada Rabu (15/4).
"Mengingat pesatnya perkembangan industri kami, hal ini mengharuskan kami untuk terus mengevaluasi cara membangun tenaga kerja yang lebih lincah dan berbasis teknologi demi memenuhi kebutuhan masa depan. Sebagai hasilnya, kami akan menghapus sejumlah peran di beberapa bagian perusahaan dan telah mulai memberitahu karyawan yang terdampak," dia menambahkan.
Gelombang pemutusan hubungan kerja ini menyusul lebih dari 8.000 PHK di Disney sejak 2023, dan merupakan pemangkasan besar pertama di bawah D`Amaro yang menggantikan Bob Iger pada Maret lalu.
Meski begitu, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari total 231.000 karyawan yang dimiliki Disney pada akhir tahun fiskal 2025.
Para pekerja Hollywood menghadapi gelombang perampingan di hampir setiap studio besar dalam beberapa tahun terakhir, seiring industri film yang berjuang untuk pulih ke level sebelum pandemi dan perusahaan-perusahaan yang memangkas biaya demi meningkatkan profitabilitas divisi streaming mereka.
Sepanjang 2025, lebih dari 17.000 pekerjaan di industri hiburan terpangkas, membawa total PHK sejak 2023 menjadi 53.000 posisi.
Sony Pictures Entertainment pada 8 April lalu juga mengumumkan PHK terhadap beberapa ratus karyawan dari total 12.000 staf globalnya, mencakup divisi film, televisi, dan kantor korporat.
Pemangkasan yang disebut sebagai langkah strategis dan terukur ini diumumkan CEO Ravi Ahuja dalam memo kepada karyawan, sebagai bagian dari restrukturisasi untuk memfokuskan sumber daya pada area pertumbuhan seperti anime, adaptasi game PlayStation, dan konten berbasis platform.
Sebagai bagian dari reorganisasi tersebut, Sony juga menutup studio efek visual Pixomondo dan menggabungkan Game Show Network ke dalam Game Show Group.
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB