https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hukum Salat Gerhana, Wajib atau Sunnah?

Muhammad Habib Saifullah | Senin, 16/02/2026 12:05 WIB



Mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum menjalankan shalat gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah sunah mu`akkadah. Ilustrasi seseorang menunaikan salat gerhana (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)

Jakarta, Jurnas.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, fenomena astronomi berupa gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026.

Peristiwa ini termasuk salah satu fenomena yang jarang disaksikan karena hanya terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus.

Meski begitu, Indonesia tidak termasuk dalam jalur gerhana matahari cincin kali ini, hanya melintasi wilayah Antartika serta Samudra Selatan. Selain itu, gerhana sebagian dapat diamati di sejumlah negara seperi Chile, Argentina, dan Afrika Selatan.

Baca juga :
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Tak Terlihat, Perlu Shalat Gerhana?

Sementara dalam perspektif Islam, Fenomena gerhana matahari (kusufus syamsi) dan gerhana bulan (khusuful qamar) merupakan fenomena alam yang menunjukkan kebesaran Allah swt.

Dilansir dari NU Online, mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum menjalankan shalat gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah sunah mu`akkadah.

Baca juga :
Mengenal Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Berikut Jadwal Fasenya

وَصَلَاةُ كُسُوفِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ بِالْاِجْمَاعِ لَكِنْ قَالَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيَفَةَ يُصَلِّى لِخُسُوفِ الْقَمَرِ فُرَادَى وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ كَسَائِرِ النَّوَافِلِ

"Menurut kesepakatan para ulama (ijma`) hukum shalat gerhana matahari dan gerhana bulan adalah sunah mu’akkadah. Akan tetapi menurut Imam Malik dan Abu Hanifah shalat gerhana bulan dilakukan sendiri-sendiri dua rakaat seperti shalat sunah lainnya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darul Hadits, 1431 H/2010 M, juz VI, halaman 106).

Baca juga :
Mengapa Gerhana Cincin Api Tidak Terjadi Setiap Tahun?

Pendapat ini didasarkan pada firman Allah swt. Allah ta’ala berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat [41]: 37).

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Salat Gerhana Hukum Salat Gerhana Gerhana Matahari Cincin

Terkini | Sabtu, 04/04/2026 10:12 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777