https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Salah Penanganan Diabetes MODY Picu Komplikasi Jangka Panjang

Mutiul Alim | Rabu, 24/12/2025 18:39 WIB



Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Wahyu Tri Kurniawan, mengatakan tidak semua kasus diabetes boleh disamaratakan penanganannya. Ilustrasi pasien diabetes tipe 2 menyuntikkan insulin (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Wahyu Tri Kurniawan, mengatakan tidak semua kasus diabetes boleh disamaratakan penanganannya.

Khususnya di kasus diabetes Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY), membutuhkan pendekatan terapi berbeda dibandingkan jenis diabetes lainnya.

Diabetes MODY umumnya muncul pada rentang usia yang tidak lazim untuk diabetes. Meski mengandung istilah of the young, kondisi ini tidak terjadi pada usia anak-anak, melainkan pada usia dewasa muda, yakni sekitar 20 hingga 25 tahun.

Baca juga :
Pilkada Dipilih DPRD Berisiko Lemahkan Demokrasi Lokal

Ketidaktepatan penanganan diabetes MODY tidak hanya berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Gamping ini menekankan bahwa karakteristik diabetes MODY membuat sebagian pasien sebenarnya tidak memerlukan terapi agresif, seperti insulin, sejak awal diagnosis.

Baca juga :
Diabetes MODY Mengintai Generasi Muda, Kenali Sebab dan Gejalanya

"Pada beberapa pasien MODY, kontrol gula darah dapat dicapai dengan obat oral tertentu atau bahkan cukup melalui pemantauan yang ketat. Namun, jika sejak awal disamakan dengan diabetes tipe lain, pasien justru berisiko menerima terapi yang berlebihan," kata dr. Wahyu dikutip dari laman resmi UMY pada Rabu (24/12).

Dia menjelaskan, penggunaan terapi yang tidak sesuai dapat menimbulkan berbagai risiko medis, mulai dari hipoglikemia hingga beban psikologis akibat ketergantungan pada pengobatan jangka panjang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pasien usia produktif yang masih aktif bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain risiko medis jangka pendek, dr. Wahyu juga menyoroti dampak jangka panjang apabila diabetes MODY tidak dikelola secara tepat. Ketidakterkendalian kadar gula darah dalam waktu lama berpotensi memicu komplikasi kronis, seperti gangguan pembuluh darah, ginjal, dan saraf, meskipun gejala awal MODY kerap tidak menonjol.

"Karena gejalanya bisa sangat minimal, pasien sering merasa dalam kondisi baik-baik saja. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, komplikasi dapat berkembang secara perlahan dan tidak disadari," ujar dia.

Oleh karena itu, dr. Wahyu mengingatkan pentingnya kewaspadaan, baik bagi tenaga medis maupun masyarakat. Riwayat diabetes dalam keluarga, usia onset yang relatif muda, serta respons pengobatan yang tidak lazim perlu menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pesan utamanya adalah kewaspadaan. Jika ditemukan pola diabetes yang tidak khas, jangan ragu untuk mengevaluasi ulang diagnosis. Ketepatan diagnosis dan terapi akan sangat menentukan kualitas hidup pasien di masa depan," dia menambahkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Diabetes MODY Penanganan Diabetes Pakar UMY Wahyu Tri Kurniawan

Terkini | Rabu, 29/04/2026 21:03 WIB

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

News

Anggota DPR: Penanganan Korban KRL Bekasi Harus Jadi Prioritas Utama

News

Wamendikdasmen Pastikan Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar yang Nyaman

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777