https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gempuran Diskon Akhir Tahun, Ini Tips supaya Tidak FOMO

Mutiul Alim | Rabu, 24/12/2025 17:55 WIB



Akademisi Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Rudi Purwono memberikan sederet tips agar tetap sehat financial meski sedang menikmati liburan: Ilustrasi fenomena diskon akhir tahun (Foto: Syte)

Jakarta, Jurnas.com - Sudah menjadi hal yang lumrah banyak brand dan mal yang memberikan diskon besar-besaran saat memasuki liburan akhir tahun. Fenomena ini memicu munculnya perilaku konsumtif atau Fear of Missing Out (FOMO).

Hal ini tak selalu baik. Meskipun ada kalanya kamu butuh memberikan penghargaan terhadap diri sendiri (self-rewards), FOMO hanya akan membuat kamu menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Akademisi Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Rudi Purwono memberikan sederet tips agar tetap sehat financial meski sedang menikmati liburan:

1. Waspadai Ilusi Diskon dan FOMO

Perilaku boros saat liburan seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan semata karena rendahnya literasi keuangan. Menurut Rudi, diskon sering menciptakan `ilusi berhemat` yang justru mendorong pembelian barang secara spontan tanpa manfaat yang jelas.

Baca juga :
Pakar Unair Desak Penelitian Serius soal Penyakit Marek

Terlebih di era digital, tekanan sosial untuk memamerkan kebahagiaan liburan di media sosial membuat keputusan konsumsi menjadi tidak rasional.

"Pengeluaran lebih didorong oleh keinginan sesaat dibandingkan pertimbangan rasional terutama berkaitan dengan kebutuhan," kata Rudi.

Baca juga :
Pakar Unair Minta Pemerintah Analisis Lonjakan Kasus Flu

2. Terapkan Rumus 20-30 Persen

Agar tidak mengalami krisis keuangan pasca-liburan, Rudi menyarankan untuk melakukan penganggaran (budgeting) yang disiplin. Dia merekomendasikan sebuah rumus sederhana dalam mengelola uang saku.

"Salah satu pendekatan sederhana adalah mengalokasikan maksimal 20-30 persen uang saku bulanan untuk kebutuhan hiburan dan leisure selama liburan," ujar dia.

Sementara sisanya, harus tetap diprioritaskan untuk kebutuhan rutin dan tabungan. Batasan ini berfungsi sebagai pagar psikologis, agar tidak terbuai oleh potongan harga yang fantastis.

3. Hindari Jebakan Paylater

Satu hal yang menjadi perhatian serius Dekan FEB UNAIR ini ialah maraknya penggunaan fitur Buy Now Pay Later (paylater) di kalangan masyarakat. Rudi menilai bahwa paylater sejatinya adalah utang jangka pendek yang berisiko membebani masa depan dengan bunga atau denda tinggi.

Dia berpesan agar tidak menggunakan fasilitas utang hanya demi gengsi atau mengikuti tren liburan. "Penting bagi masyarakat untuk menerapkan mindset: Jika belum memiliki pendapatan tetap, maka prinsipnya sederhana: jangan membiayai gaya hidup dengan utang," dia menambahkan.

4. Liburan Bermakna Tidak Harus Mahal

Esensi liburan adalah untuk mengisi ulang energi (recharge), bukan sekadar bepergian jauh atau ke tempat mahal. Meskipun anggaran terbatas tapi tetap bisa menikmati liburan berkualitas dengan melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga, atau kegiatan yang meningkatkan kapasitas diri.

Rudi menekankan pentingnya kesiapan finansial untuk menghadapi semester baru. Jangan sampai kondisi `kantong kering` pascaliburan justru mengganggu fokus belajar.

"Pada akhirnya, kebebasan finansial bukan soal seberapa besar uang yang dimiliki, melainkan seberapa bijak kita menggunakannya," ujar dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Diskon Akhir Tahun Cara Menghindari FOMO Pakar Unair Prof Rudi Purwono

Terkini | Rabu, 29/04/2026 21:03 WIB

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

News

Anggota DPR: Penanganan Korban KRL Bekasi Harus Jadi Prioritas Utama

News

Wamendikdasmen Pastikan Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar yang Nyaman

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777