https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ilmuwan Peringatkan Antartika Alami Perubahan Iklim Abrupt, Dunia Terancam

Agus Mughni | Rabu, 24/12/2025 16:30 WIB



Perubahan ini bisa mengunci kerusakan lingkungan untuk generasi mendatang dan berdampak global Ilustrasi - Perubahan Iklim Mendadak di Antartika Sudah Terjadi, Dunia Akan Merasakannya (Foto: Science Alert)

Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan Australia memperingatkan di COP30 Brasil bahwa Antartika sedang mengalami perubahan iklim abrupt yang bergerak jauh lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Perubahan ini bisa mengunci kerusakan lingkungan untuk generasi mendatang dan berdampak global.

Profesor Nerilie Abram dari Australian Antarctic Division menjelaskan bahwa es laut menyusut, arus laut dalam melemah, lembaran es tidak stabil, dan ekosistem berubah secara signifikan. Semua fenomena ini saling terkait dan berpotensi memengaruhi cuaca serta kondisi pesisir di seluruh dunia.

Sejak 2016, es laut Antartika terus mencatat rekor terendah, membalik pola stabil puluhan tahun sebelumnya. Pemanasan laut bawah permukaan dan perubahan angin menjadi penyebab utama, sehingga tren penurunan es diperkirakan akan berlanjut meski suhu global stabil.

Baca juga :
Pakar IPB Patahkan Asumsi Bencana Sumatra akibat Faktor Alam

Arus laut dalam, termasuk Antarctic Overturning Circulation, menunjukkan pelemahan lebih cepat dari perkiraan. Kondisi ini mengganggu distribusi oksigen dan nutrien di laut, yang pada gilirannya memengaruhi kehidupan laut di seluruh dunia.

Lembaran es Antartika Barat yang berada di bawah permukaan laut sangat rentan terhadap pelelehan. Jika ambang kritis terlewati, arus es akan terus mengalir ke laut, berpotensi menambah tiga meter kenaikan permukaan laut dalam beberapa abad.

Baca juga :
Menteri LH: Keselamatan Rakyat Utama, Lingkungan Rusak Takkan Dibiarkan

Ekosistem Antartika juga berubah drastis, dengan beberapa wilayah menjadi lebih hijau sementara daerah lain mengering. Di laut, komunitas filter-feeder digantikan alga yang berkembang di kondisi terang dan terganggu, menunjukkan reorganisasi ekosistem yang cepat.

Populasi emperor penguin terancam karena bergantung pada es laut stabil untuk berkembang biak. Studi terbaru menunjukkan empat dari lima koloni mengalami gagal reproduksi, dan model jangka panjang memperkirakan jumlah mereka bisa menyusut lebih dari separuh jika tren berlanjut.

Baca juga :
MUI Dukung Seruan Cak Imin Taubatan Nasuha Rusak Lingkungan

Perubahan di Antartika tidak akan tetap lokal karena es laut, arus laut, dan lembaran es memengaruhi iklim global. Kehilangan es laut mempercepat pemanasan, melemahkan arus, dan mengubah pola hujan di banyak wilayah berpenduduk.

Para ilmuwan menegaskan bahwa pemotongan emisi gas rumah kaca drastis dalam dekade ini adalah langkah paling penting untuk mencegah perubahan Antartika menjadi tak terbalikkan.

Selain itu, perlindungan ekosistem lokal dari polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan spesies invasif juga krusial untuk mempertahankan ketahanan benua ini.

Prof. Abram menekankan bahwa setiap sepersekian derajat kenaikan suhu global sangat menentukan arah perubahan di Antartika. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature sebagai peringatan serius bagi seluruh dunia. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Laut Antartika Perubahan Iklim Abrupt Kerusakan Lingkungan Pesisir Laut

Terkini | Rabu, 29/04/2026 22:51 WIB

News

Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

News

KPK Buat Dua Kajian untuk Cegah Korupsi pada Sektor Kehutanan

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777