https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi: Senyum Membentuk Kesan dan Kepercayaan Sejak Pandangan Pertama

Agus Mughni | Rabu, 24/12/2025 13:10 WIB



Peneliti menemukan bahwa otak manusia secara otomatis menilai karakter orang lain hanya dari ekspresi wajah Ilustrasi sedang tersenyum (Foto: Pexels/Danila Perevoshchikov)

Jakarta, Jurnas.com - Senyum bukan sekadar gestur sopan atau tanda ramah, melainkan sinyal sosial yang bekerja cepat dan tak disadari dalam membentuk kesan pertama. Bahkan sebelum percakapan dimulai, wajah sudah “berbicara” dan memengaruhi apakah seseorang dianggap layak dipercaya.

Melalui studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Emotion, peneliti menemukan bahwa otak manusia secara otomatis menilai karakter orang lain hanya dari ekspresi wajah. Proses ini berlangsung spontan dan kerap terasa seperti intuisi, padahal dipicu oleh mekanisme psikologis yang halus.

Lebih jauh, penelitian yang dipimpin Dr. Michał Olszanowski dari SWPS University ini menunjukkan bahwa melihat ekspresi wajah tidak berhenti pada pengamatan semata. Sebaliknya, wajah orang lain memicu reaksi refleks berupa peniruan gerakan otot wajah, terutama saat melihat senyum.

Fenomena ini dikenal sebagai emotional mimicry, yakni kecenderungan meniru ekspresi emosi orang lain tanpa sadar. Dalam konteks sosial, peniruan ini membantu menyelaraskan emosi dan membuat interaksi terasa lebih alami.

“Kami mengajukan hipotesis bahwa peserta akan menilai orang yang tersenyum secara lebih positif dan lebih mempercayai mereka dibandingkan orang yang menampilkan kemarahan atau kesedihan,” kata Dr. Michał Olszanowski, saat memparkan risetnya terkait pengaruh senyum.

“Selain itu, kami juga memprediksi bahwa peserta akan lebih bersedia meniru ekspresi kebahagiaan dibandingkan kesedihan, sementara kemarahan menjadi emosi yang paling kecil kemungkinannya untuk ditiru,” ujar dia menambahkan.

Berdasarkan hipotesis awal, peneliti memprediksi bahwa senyum akan menghasilkan penilaian paling positif dibandingkan ekspresi marah atau sedih. Dugaan tersebut terbukti, dengan senyum secara konsisten memicu tingkat kepercayaan, daya tarik, dan kesan kompetensi yang lebih tinggi.

Eksperimen pertama menunjukkan bahwa senyum memancing respons peniruan paling kuat, terlebih ketika partisipan merasa memiliki kesamaan sosial dengan orang yang diamati. Rasa kedekatan sekilas saja sudah cukup untuk memperkuat efek tersebut.

Temuan ini diperkuat oleh eksperimen lanjutan yang membuktikan bahwa gerakan otot wajah dapat memengaruhi penilaian secara langsung. Bahkan ketika peniruan dilakukan secara sengaja dan terasa tidak alami, persepsi terhadap kepercayaan tetap ikut berubah.

Dalam pengujian terakhir yang melibatkan permainan kepercayaan, senyum kembali menunjukkan pengaruhnya pada keputusan nyata, bukan sekadar opini. Menariknya, kali ini kesamaan sosial tidak lagi menjadi faktor utama.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa senyum mengundang peniruan, dan peniruan memperkuat kepercayaan. Sebaliknya, ekspresi marah dan sedih jarang menghasilkan efek serupa.

Dengan demikian, senyum terbukti memainkan peran penting dalam membentuk penilaian karakter dan hubungan sosial. Dalam keseharian, satu senyum sederhana mampu menentukan arah interaksi, bahkan sebelum sepatah kata diucapkan. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

kekuatan senyum riset senyum dan kepercayaan psikologi senyum emotional mimicry

Terkini | Rabu, 29/04/2026 22:51 WIB

News

Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

News

KPK Buat Dua Kajian untuk Cegah Korupsi pada Sektor Kehutanan

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777