https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Otak Punya Kode Rahasia untuk Mengukur Jarak dalam Gelap

Agus Mughni | Selasa, 23/12/2025 03:04 WIB



Meski tanpa cahaya, otak manusia tetap tahu di mana posisi tubuh berada Ilustrasi - Otak Punya Kode Rahasia untuk Mengukur Jarak dalam Gelap (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Meski tanpa cahaya, otak manusia tetap tahu di mana posisi tubuh berada. Saat berjalan di rumah dalam gelap, otak diam-diam menghitung langkah dan arah untuk menjaga orientasi, sebuah kemampuan yang dikenal sebagai path integration.

Penelitian terbaru menunjukkan mekanisme ini bukan sekadar soal navigasi. Cara otak menghitung jarak dan waktu ternyata berhubungan erat dengan bagaimana ingatan terbentuk dan mengapa fungsi itu sering rusak lebih dulu pada penyakit saraf seperti Alzheimer.

Tim peneliti dari Max Planck Florida Institute for Neuroscience menyederhanakan navigasi hingga ke tingkat paling dasar. Mereka melatih tikus untuk berlari sejauh jarak tertentu dalam lingkungan realitas virtual yang hampir tanpa petunjuk visual.

Baca juga :
Untuk Pertama Kalinya, Parasit Ular Ditemukan Hidup di Otak Manusia

Tanpa landmark atau ciri lingkungan, tikus dipaksa mengandalkan sinyal internal tubuhnya sendiri untuk menentukan seberapa jauh mereka bergerak. Selama percobaan, para peneliti merekam aktivitas ribuan neuron secara bersamaan.

Fokus penelitian tertuju pada hippocampus, wilayah otak yang dikenal berperan penting dalam navigasi dan memori. Dalam kondisi minim rangsangan, hanya sedikit neuron yang benar-benar menandai lokasi atau waktu tertentu.

Baca juga :
Studi: Sejak Lahir, Otak Manusia Mungkin "Disetting" untuk Memahami Dunia

“Dalam penelitian ini, kami menghilangkan sebanyak mungkin petunjuk sensorik untuk meniru situasi seperti bergerak dalam gelap,” kata penulis senior Yingxue Wang dari MPFI.

“Dalam kondisi yang sangat disederhanakan ini, kami menemukan bahwa hanya sebagian kecil sel hippocampus yang menandai lokasi tertentu atau waktu tertentu.”

Baca juga :
7 Kebiasaan yang Dapat Tingkatkan Kecerdasan Otak

Sebaliknya, sebagian besar neuron menunjukkan pola aktivitas bertahap yang saling berlawanan. Ada neuron yang aktif kuat di awal gerakan lalu perlahan menurun, sementara yang lain justru meningkat seiring jarak tempuh.

Dua pola ini membentuk semacam “kode dua fase”. Perubahan cepat menandai awal pergerakan, sementara perubahan lambat berfungsi seperti penghitung jarak dan waktu yang terus berjalan.

Peneliti menemukan bahwa pola ini bukan sekadar sinyal pasif. Ketika rangkaian saraf tersebut dimanipulasi, tikus kesulitan menentukan jarak dan sering salah menemukan lokasi hadiah.

Temuan ini penting karena gangguan dalam menghitung jarak dan waktu merupakan gejala awal yang sering muncul pada Alzheimer. Banyak pasien awal mengeluhkan tersesat di tempat yang sebenarnya familiar atau tidak ingat bagaimana mereka sampai di suatu lokasi.

Dengan memahami bagaimana otak mengubah gerakan menjadi rasa “di mana” dan “sudah sejauh apa”, para ilmuwan berharap bisa mengungkap bagaimana pengalaman sehari-hari dirangkai menjadi memori yang utuh.

Penelitian ini juga membuka jalan untuk memahami apa yang rusak pertama kali ketika penyakit neurodegeneratif mulai menggerogoti otak. (*)

Studi lengkapnya dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Otak Manusia Kode Rahasia Pengukuran Jarak path integration

Terkini | Kamis, 30/04/2026 00:19 WIB

News

Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

News

KPK Buat Dua Kajian untuk Cegah Korupsi pada Sektor Kehutanan

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777