https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tren Quiet Dating, Pacaran Sehat tanpa Pamer Medsos

Mutiul Alim | Senin, 22/12/2025 16:01 WIB



Tren quiet dating belakangan ini mulai banyak diperbincangkan di kalangan anak muda. Ilustrasi orang dewasa berpacaran (FOTO: INSTAGRAM)

Jakarta, Jurnas.com - Tren quiet dating belakangan ini mulai banyak diperbincangkan di kalangan anak muda. Berbeda dari pola kencan yang gemar diumbar ke media sosial, quiet dating justru menekankan pada hubungan yang dijalani secara lebih privat dan minim eksposur.

Bagi generasi muda yang tumbuh di era serba digital, pendekatan ini terasa seperti napas segar di tengah budaya pamer yang melelahkan.

Secara sederhana, quiet dating adalah gaya berkencan tanpa banyak publikasi, baik di media sosial maupun di lingkungan pertemanan.

Baca juga :
Medsos DPR Bangun Konten yang Efektif dan Berdampak

Pasangan memilih untuk tidak mengunggah foto bersama, tidak terburu-buru memberi label hubungan, dan lebih fokus pada proses mengenal satu sama lain. Hubungan dijalani apa adanya, tanpa tekanan validasi dari luar.

Salah satu faktor pendorong tren ini adalah kelelahan digital. Anak muda kini semakin sadar bahwa terlalu banyak membagikan kehidupan pribadi dapat memicu stres, kecemasan, hingga perbandingan sosial yang tidak sehat. Dengan quiet dating, ruang privat terasa lebih terlindungi dan emosi pun lebih terjaga.

Baca juga :
Psikologi di Balik Orang yang Jarang Update Medsos

Selain itu, quiet dating juga muncul sebagai respons terhadap budaya kencan instan yang marak lewat aplikasi. Pola swipe, ghosting, dan hubungan singkat membuat sebagian anak muda memilih melambat. Mereka ingin membangun koneksi yang lebih tulus, tanpa harus dikejar ekspektasi cepat atau pengakuan publik.

Menariknya, tren ini juga berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan mental. Dengan membatasi cerita tentang hubungan ke banyak orang, konflik dan dinamika personal bisa dikelola lebih dewasa. Pasangan tidak merasa diawasi atau dihakimi oleh opini luar, sehingga komunikasi bisa berjalan lebih jujur.

Baca juga :
Breakup Day dan Cara Baru Memaknai Perpisahan

Dari sisi sosial, quiet dating memberi ruang bagi individu untuk mengenali perasaan sendiri. Anak muda belajar membedakan mana hubungan yang benar-benar membuat nyaman, dan mana yang sekadar ingin terlihat “berhasil” di mata orang lain. Fokus bergeser dari citra ke kualitas relasi.

Namun, quiet dating bukan berarti hubungan yang dirahasiakan secara ekstrem. Banyak pelakunya tetap terbuka kepada orang terdekat, hanya saja memilih tidak menjadikan hubungan sebagai konsumsi publik. Batasan ini justru dianggap sehat dan penuh kesadaran.

Tren ini juga menunjukkan perubahan cara pandang anak muda terhadap cinta. Hubungan tidak lagi harus ditandai dengan unggahan manis atau perayaan besar. Kebersamaan sederhana, percakapan mendalam, dan rasa aman justru menjadi indikator utama.

Di sisi lain, quiet dating menuntut kedewasaan emosional. Tanpa pengakuan sosial, individu perlu jujur pada diri sendiri tentang komitmen dan arah hubungan. Komunikasi yang jelas menjadi kunci agar tidak terjadi salah paham.

Pada akhirnya, quiet dating mencerminkan keinginan anak muda untuk kembali pada esensi hubungan itu sendiri. Di tengah hiruk pikuk dunia digital, mereka memilih menjalani cinta dengan lebih tenang, perlahan, dan bermakna, cukup diketahui oleh mereka yang menjalaninya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tren Quiet Dating Pacaran Sehat Media Sosial

Terkini | Kamis, 30/04/2026 00:19 WIB

News

Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

News

KPK Buat Dua Kajian untuk Cegah Korupsi pada Sektor Kehutanan

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777