https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Seni Batu Tertua Ini Jadi Peta Sumber Air 12.000 Tahun Lalu

Agus Mughni | Senin, 22/12/2025 12:12 WIB



Penelitian internasional di bawah Saudi Heritage Commission dan proyek Green Arabia mengungkap bahwa seni batu ini tidak sekadar ekspresi budaya Ilustrasi - Seni Batu Tertua Ini Jadi Peta Air Gurun 12.000 Tahun Lalu (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 12.000 tahun lalu, ketika gurun Arabia mulai bangkit dari kekeringan ekstrem Zaman Es Terakhir, manusia kembali memasuki wilayah pedalaman dengan mengikuti jejak air musiman. Di tebing-tebing batu gurun utara Arab Saudi, mereka meninggalkan penanda berupa ukiran hewan berukuran hampir nyata yang dipahat langsung ke dinding batu.

Penelitian internasional di bawah Saudi Heritage Commission dan proyek Green Arabia mengungkap bahwa seni batu ini tidak sekadar ekspresi budaya. Ukiran tersebut kemungkinan berfungsi sebagai penanda sumber air dan jalur pergerakan manusia di lanskap gurun yang keras.

“Ukiran berukuran besar ini bukan sekadar seni batu, kemungkinan besar merupakan pernyataan tentang kehadiran, akses, dan identitas budaya,” kata penulis utama Maria Guagnin dari Max Planck Institute of Geoanthropology.

Baca juga :
PBB Peringatkan Fenomena Defisit Air yang Kian Sulit Dipulihkan

Tim peneliti menemukan lebih dari 60 panel seni batu dengan total 176 figur hewan di tiga lokasi yang sebelumnya belum pernah diteliti, yakni Jebel Arnaan, Jebel Mleiha, dan Jebel Misma di tepian selatan Gurun Nefud. Ukiran ini diperkirakan dibuat antara 12.800 hingga 11.400 tahun lalu, bertepatan dengan kembalinya danau dan genangan air musiman.

Sebagian besar figur menggambarkan unta, ibex, gazel, kuda liar, dan banteng purba, dengan detail anatomi yang sangat realistis. Sekitar 130 di antaranya berukuran hampir sama dengan hewan aslinya, bahkan ada yang mencapai tiga meter panjangnya. Banyak panel ditempatkan di dinding tebing terbuka setinggi puluhan meter, lokasi yang membutuhkan usaha besar dan berisiko untuk dijangkau.

Baca juga :
Kerangka Manusia Purba Ungkap Jejak Sifilis 5.500 Tahun Lalu

Penempatan ukiran itu bukan kebetulan. Analisis lingkungan menunjukkan panel-panel tersebut berada dekat bekas sumber air dan jalur alami yang kemungkinan dilalui manusia purba. Dengan kata lain, seni batu ini berfungsi sebagai penanda visual di lanskap, membantu orang menemukan air, menavigasi wilayah, sekaligus menegaskan kehadiran kelompok tertentu.

Temuan alat batu, pigmen hijau, dan manik-manik kerang juga mengisyaratkan adanya hubungan budaya dengan komunitas Neolitik awal di Levant. Meski demikian, gaya seni batunya sangat khas Arabia dan menunjukkan adaptasi lokal terhadap lingkungan gurun.

Para peneliti menilai seni batu ini muncul pada masa transisi penting, saat manusia mulai kembali menempati pedalaman Arabia setelah ribuan tahun kondisi sangat kering. Ukiran-ukiran tersebut kemungkinan berperan sebagai “ingatan kolektif” lintas generasi, penanda wilayah, sekaligus panduan bertahan hidup di alam yang tak menentu.

Studi ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana manusia purba merespons perubahan iklim dengan inovasi sosial dan simbolik. Di gurun yang kejam, seni ternyata bisa menjadi peta, penanda, dan bahasa bersama untuk menemukan sumber kehidupan paling berharga, yakni air. (*)

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Seni Batu Peta Air Ukiran Batu Sumber Air Manusia Purba

Terkini | Kamis, 30/04/2026 00:19 WIB

News

Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

News

KPK Buat Dua Kajian untuk Cegah Korupsi pada Sektor Kehutanan

News

ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe

News

Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata

News

Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu

News

Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta

News

Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur

News

Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan

News

Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton

News

Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi

News

Dosen dan Taruna Pelayaran RI Berpeluang Studi dan Riset ke Panama

News

Suami Bupati Pekalongan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Ekonomi

Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun

News

Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa

News

DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur

News

KPK Dalami Pihak Pemberi Modal Politik Sugiri Sancoko Jadi Bupati Ponorogo

News

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777