https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Paramadina dan ILO Gelar Pelatihan Perilaku Bisnis Beretika dan Berdaya Saing

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 03/10/2025 07:18 WIB



Perusahaan yang menjaga hak fundamental pekerja dan lingkungan akan lebih kuat menghadapi tantangan pasar global Pelatihan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (Responsible Business Conduct/RBC) dan Pekerjaan Layak (Decent Work) di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. Foto: paramadina/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Universitas Paramadina bersama organisasi buruh internasional (ILO), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memberikan pelatihan Training of Trainers (ToT) tentang Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (Responsible Business Conduct/RBC) dan Pekerjaan Layak (Decent Work) di Jakarta, pada 2–3 Oktober 2025.

Pelatihan ini menghadirkan dosen-dosen dari berbagai universitas di Indonesia untuk menjadi trainer yang nantinya akan menyebarkan pengetahuan seputar praktik bisnis beretika, khususnya bagi perusahaan dan pekerja di sektor elektronik serta rantai pasok global.

“Bisnis yang bertanggung jawab bukan hanya soal etika, tapi juga tentang daya saing. Perusahaan yang menjaga hak fundamental pekerja dan lingkungan akan lebih kuat menghadapi tantangan pasar global,” ujar Tauvik Muhamad, Koordinator Proyek ILO-RISSC melalui keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Baca juga :
Tiga Kelompok Kurdi Bantah Selundupkan Amunisi AS ke Iran

Dr. Tatok D. Sudiarto, MIB, Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam isu bisnis beretika sejalan dengan komitmen dunia pendidikan untuk membekali mahasiswa dan masyarakat dengan nilai keberlanjutan, etika, serta penghormatan pada hak asasi manusia.

“Dengan adanya pelatihan ini, para akademisi diharapkan bisa menjadi penggerak perubahan agar semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, adil, dan peduli pada pekerja,” kata Dr. Tatok.

Baca juga :
Presiden Kroasia Tolak Dubes Baru Israel, Ini Alasannya

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pemahaman tentang standar ketenagakerjaan internasional, praktik terbaik perusahaan multinasional, hingga cara menerapkan panduan bisnis yang menghargai hak asasi manusia melalui konsep Human Rights Due Diligence.

Mereka juga dilibatkan dalam simulasi studi kasus dan kerja kelompok agar materi yang dipelajari dapat langsung diaplikasikan dalam konteks nyata. Sertifikasi kompetensi dari ILO akan diberikan bagi mereka yang lulus sampai di akhir pelatihan.

Baca juga :
Thailand Pangkas Durasi Bebas Visa 90 Negara, Termasuk Israel

Kegiatan ini melibatkan jejaring universitas dalam kerangka untuk bisnis yang bertanggung jawab yang dibangun oleh ILO bersama sejumlah universitas terlibat di Jakarta seperti Universitas Paramadina, Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atma Jaya, dan STHI Jentera. Kolaborasi ini memperkuat peran kampus dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan di Indonesia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Paramadina Pelatihan bisnis beretika

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777